
Terlebih kita sebagai orang beriman. Pasti kita wajib menghormati Firman Allah (Kalimatullah). Salah satu contoh menghina Allah paling jelas adalah dengan menghina Firman-Nya.
Sayangnya ada banyak orang yang melakukan hal ini. Sebagian dengan sengaja, namun banyak lainnya yang melakukan tanpa menyadarinya.
Mari kita bahas contoh menghina Allah dengan menghina Kalimatullah. Agar kita bisa terhindar dari hal ini dan pada akhirnya mendapatkan rahmat untuk selamat.
Kasus Penistaan Agama: Menghina Al-Quran
Umat Islam percaya Al-Quran berisi firman Allah. Karena itu contoh menghina Allah yang sangat jelas adalah saat orang menghina Al-Quran.
Sayangnya kasus pelecehan terhadap Al-Quran terjadi di berbagai tempat di dunia. Banyak di luar negeri, namun ada juga di Indonesia.
Ada seorang Irak yang tinggal di Swedia. Ia berkali-kali melecehkan Al-Quran. Ia pernah membakarnya. Ia juga pernah menginjak dan menendangnya di depan kedutaan Irak di Swedia.
Hal ini tentu menimbulkan reaksi keras terhadap orang ini. Baik dari orang Islam di Swedia, maupun umat Islam di seluruh dunia.
Di Indonesia, kasus serupa juga sempat terjadi. Pernah ada seorang influencer Sosial Media melakukan penghinaan verbal kepada Al-Quran.
Salah satu yang paling parah adalah ada seorang yang membuka bajunya. Lalu ia meletakkan alat kelaminnya di atas Kitab Suci umat Islam itu. Tentu saja semua orang ini dilaporkan ke polisi untuk mendapatkan sanksi tegas.
Wajib Menghargai Kalimatullah
Memang kisah di atas menjadi contoh menghina Allah menurut umat Islam. Firman Allah adalah hal berharga yang perlu dihormati.
Umat Islam percaya, orang yang melakukan hal seperti itu telah melakukan dosa besar. Ia pasti akan kena azab.
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, tentulah mereka akan menjawab: ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja’. Katakanlah: ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ . . . cukuplah neraka itu bagi mereka; dan Allah melaknati mereka; dan bagi mereka azab yang kekal” (Qs 9:65,69).

Ia berkata: “Sebagai orang beriman, menghargai Kalimatullah adalah hal dasar. Segala tindakan yang merendahkan, walau sedikit saja, tetap merupakan contoh menghina Allah.”
Dalam hal ini saya sangat setuju. Memang kita perlu menghargai firman-Nya.
Namun dalam percakapan selanjutnya saya mengajukan pertanyaan. “Bagaimana pandanganmu terhadap Isa Al-Masih? Apakah Isa perwujudan Firman Allah (Kalimatullah) atau bukan? Karena kita perlu menghargai-Nya dengan benar.”
Teman saya menjawab, sebagai umat Islam, Ia menghormati-Nya sebagai nabi. Namun ia tidak pernah melihat Isa sebagai Kalimatullah.
Dalil Isa Kalimatullah
Saat itulah saya berkata: “Bukankah kamu menghormati isi Al-Quran dan Hadist? Tertulis jelas di dalamnya bahwa Isa adalah Kalimatullah.”
Tentu saja saat mendengar hal ini teman saya terkejut dan tidak percaya. Namun kemudian saya berikan beberapa contoh dalilnya.
Pertama ada tertulis dalam Al-Quran bahwa Isa adalah Kalimatullah. “. . . Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam . . .” (Qs 3:45, juga terdapat dalam Qs 4:171).
Dalil ini juga terdapat dalam Hadist. “. . . Isa adalah Kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Ruh Nya, . . . Isa adalah Ruh dan Kalimat-Nya dan memang demikian . . .” (Hadits Ad Darimi No.47).
Dalil didukung dengan banyak ayat lainnya. Baik dalam Al-Quran dan Hadist menyatakan keilahian Isa Al-Masih. Ia berbeda dari manusia biasa.
- Isa satu-satunya manusia yang lahir dari perawan.
- Isa satu-satunya manusia yang tidak tersentuh setan saat lahir (Shahih Muslim 4364).
- Isa membuat banyak mukjizat dan membangkitkan orang mati (Qs 3:49).
Dalam hal sebagai Kalimatullah kita bisa melihatnya dari:
- Isa datang membawa terang dan hikmat Allah (Qs 43:63).
- Isa datang membawa kebenaran (Qs 5:68).
- Semua ahli kitab wajib mengimani-Nya (Qs 4:159).
- Isa yang menjadi hakim adil akhir zaman dan mengalahkan Dajal (Sahih Muslim 127).
Menjawab Keraguan Isa Kalimatullah
Teman saya menjadi berpikir setelah mendengar semua informasi ini. Ia berkata bahwa sebelumnya ia tidak pernah melihat dengan pandangan seperti ini.
Selanjutnya ia bertanya, “Jika Kalimatullah menjadi manusia mengapa Ia harus menjelma dari bayi? Juga apa perlunya Kalimatullah menjadi manusia?”
Saya kemudian menjelaskan bahwa Allah dan Kalimatullah adalah satu. Sama seperti manusia tidak terpisah dari perkataannya.
Dalam hal ini, Allah menjelma menjadi manusia sempurna. Maka Ia perlu terlahir sebagai manusia dari bayi.
Jadi Isa Al-Masih adalah perwujudan Kalimatullah yang menjadi manusia sempurna. Yaitu Ia menjadi seorang manusia, namun juga merupakan pribadi ilahi.
“Sebab di dalam Al-Masih secara jasmani berdiam keilahian yang sempurna” (Injil, Surat Kolose 2:9).
Kalimatulah Menjadi Manusia untuk Menyelamatkan
Berhubungan dengan penjelasan ini, pertanyaan kedua sangat penting. Yaitu mengenai tujuan-Nya menjadi manusia.
Allah mau menujukkan teladan kebenaran. Ia menjadi contoh manusia tanpa dosa yang hidup di bumi. Tujuannya agar kita bisa belajar dan mengikuti teladan-Nya.
Selanjutnya juga karena manusia berdosa tidak mampu menanggung sesamanya (Qs 6:164). Namun pribadi suci tanpa dosa mampu menanggung dosa manusia.

“Pada mulanya adalah Kalimatullah. Kalimatullah itu bersama-sama dengan Allah dan Kalimatullah itu adalah Allah . . . Kalimatullah itu telah menjadi manusia [Isa Al-Masih]. Ia penuh kasih karunia dan kebenaran . . . Ia menghapus dosa dunia” (Injil, Yohanes 1:1,14,29 parafrasa).
Dengan demikian kita, manusia berdosa, bisa mendapatkan jalan keselamatan Allah. Caranya adalah dengan kita mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Mengimani dan Menghargai Kalimatullah
Saya mengatakan kepada teman saya bahwa dengan cara inilah kita bisa menghormati Allah. Yaitu dengan mengimani dan mengikuti Kalimatullah.
Jika tidak demikian bukankah malah menjadi contoh menghina Allah? Karena kita menolak firman-Nya yang datang kepada kita.
Saat itu teman saya terdiam dan berpikir. Setelah beberapa saat ia mengatakan bahwa hal ini pada awalnya sulit untuk dia terima. Namun memang ada banyak dalil tentang Isa yang ia tidak bisa bantah. Karena itu ia berjanji akan merenungkannya.
Untuk kita semua, para Pembaca, mari kita menghargai Firman Allah (Kalimatullah). Kita bisa mendapatkan ampunan dosa dan bimbingan-Nya untuk selamat. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa, Sang Kalimatullah.
“Karena anugerah Allah yang mendatangkan keselamatan bagi seluruh umat manusia sudah nyata . . . [melalui] penyataan kemuliaan Allah Yang Agung, Penyelamat kita, yaitu Isa Al-Masih” (Injil, Surat Titus 2:11.13).
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Apa yang Kitab Allah ajarkan tentang Kalimat Allah?
- Apakah salah satu tujuan utama Kalimat Allah datang ke dunia?
- Mengapa seluruh umat Allah diundang menerima Kalimat Allah?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silahkan klik pada link-link berikut:
- Pengakuan Al-Quran Dan Hadis Soal Kalimat Allah
- Mukmin Wajib Tahu Siapakah Kalimat Allah
- Al-Quran, Isa Al-Masih Adalah Kalimat Allah
- Nama-Nama Al-Fatihah Dan Kuasa Kalimat Allah
- Islam, Kristen, Dan Istilah “Kalimat Allah”
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”


PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].