
Kami mendapat pertanyaan seperti ini. Rupanya memang banyak orang yang tidak paham. Banyak orang yang merasa sulit menerima kepercayaan Nasrani.
Mari kita simak penjelasan mengenai hal ini. Anda dapat memahaminya dengan baik. Juga Anda akan mengerti cara Allah membersihkan hati kotor.
Dapatkah Kita Membersihkan Hati yang Kotor?
Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita lihat keadaan manusia. Agar kita mengerti latar belakang permasalahannya.
Kita semua paham bahwa manusia pasti melakukan banyak dosa. Kita semua lemah. Tidak ada manusia yang sempurna.
Dalam keadaan seperti ini sulit menemukan cara untuk membersihkan hati kotor. Karena kita sudah tercemar dengan banyak dosa.
Memang ada pandangan yang menyatakan bahwa ibadah dan amal baik bisa menutup dosa. Bahkan bisa menjadi cara untuk membersihkan hati kotor.
Gambarannya adalah seperti gelas berisi kopi hitam. Jika gelas itu dituang air bersih terus menerus, maka akan ada perubahan. Kopi hitam akan luber keluar. Sehingga perlahan-lahan akan berisi air putih saja.
Sayangnya gambaran ini tidak tepat. Karena manusia lemah! Memang kita bisa berbuat kebaikan, namun kita juga terus menerus berbuat dosa.
Bayangkan jika gelas tersebut dituang air bersih. Namun pada saat bersamaan dituang juga dengan kopi hitam lainnya. Maka isi gelas akan terus menerus berisi air keruh. Gelas tersebut tidak akan pernah berisi air bersih.
Demikianlah keadaan hati manusia. Kita yang berniat baik tetap akan khilaf. Hati kita tidak akan pernah bisa benar-benar bersih total. Selalu akan ada kekotoran hati.
Manusia Tidak Mampu Mendapatkan Surga

Kondisi ini membuat kita pasti akan mendapat hukuman Allah. Karena Ia akan memberi balasan atas semua dosa kita.
“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula” (Qs 99:8).
Terlebih lagi hati yang kotor pasti akan menghalangi kita masuk surga. Jelas Allah Maha Suci. Ia tidak akan menerima manusia dengan hati yang kotor.
“. . . wahai para manusia, sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik . . .” (Hadits Ahmad No.7998).
Karena itu sangat penting untuk kita mengetahui cara membersihkan hati kotor. Tujuannya agar bisa terhindar dari murka Allah dan masuk surga.
Membersihkan Hati dengan Mengorbankan “Anak Allah”?
Memang penting membersihkan hati. Namun banyak orang mempertanyakan kepercayaan Nasrani. Benarkah caranya harus dengan Allah mengorbankan “Anak-Nya [Isa Al-Masih]?”
Banyak orang tidak mengerti bahkan memandang rendah hal ini. Alasannya karena aneh untuk Allah memiliki anak. Selanjutnya juga tidak paham mengapa perlu ada “korban.” Mari kita simak uraiannya.
- Arti “Anak Allah”
Istilah “Anak Allah” bukan berarti Allah beranak seperti manusia. Nasrani percaya Allah itu Esa (Taurat, Ulangan 6:4 dan Injil, Surat 1 Timotius 2:5). Ia tidak beranak dan tidak diperanakkan.
Istilah “Anak” sebenarnya hanyalah kiasan. Seperti halnya ada istilah anak kunci atau anak sungai.
Makna “Anak Allah” adalah berasal dari Allah. Seperti halnya anak berasal dari orang tuanya. Demikianlah Isa berasal dari Allah.
Selanjutnya “Anak Allah” berarti satu hakekat dengan Allah. Seperti halnya manusia melahirkan manusia, hewan kambing melahirkan kambing. Demikianlah “Anak Allah” berarti satu hakekat dengan Allah.
Hal ini karena Isa adalah penjelmaan Allah menjadi manusia. Isa adalah perwujudan Kalimatullah (Qs 4:171) dan Ruh Allah.
Itulah sebabnya Isa satu-satunya Pribadi yang lahir dari perawan. Isa tidak bisa tersentuh setan di saat kelahiran-Nya (Sahih Bukhari 1493). - Benarkah Allah Mengorbankan Anak-Nya?
Istilah yang lebih tepat untuk hal ini bukanlah “mengorbankan.” Melainkan Allah “menganugerahkan / memberi anugerah-Nya” bagi manusia.
“Allah begitu mengasihi dunia ini sehingga Ia menganugerahkan Anak-Nya yang tunggal itu [Isa Al-Masih] supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Injil, Surat Yahya 3:16).
Memang Allah adalah Maha Adil, sehingga setiap dosa pasti ada hukumannya. Namun Ia juga Maha Kasih. Dalam kasih-Nya Allah mau menyelamatkan manusia.
Karena itu Ia menjelma menjadi manusia. Inilah Pribadi Isa Al-Masih. Isa membawa ajaran kasih untuk menjadi panduan kehidupan.
Selanjutnya Isa mati di kayu salib. Tujuannya menjadi penebusan hukuman untuk dosa manusia.
Jadi Allah sendiri yang menanggung dosa manusia. Agar setiap orang bisa menerima anugerah-Nya. Yaitu ampunan dosa dan jaminan surga.
“Demikian juga Al-Masih. Ia dipersembahkan satu kali saja untuk menanggung dosa banyak orang . . . untuk menyelamatkan orang-orang yang menanti-nantikan Dia” (Injil, Surat Ibrani 9:28).
Cara Pasti Membersihkan Hati Kotor
Jadi, melalui Isa Al-Masih Allah menyediakan jalan-Nya untuk menolong manusia. Melalui Isa hati kita yang kotor bisa menjadi bersih.
Hal ini karena kemampuan Allah, bukan karena amal perbuatan manusia. Allah yang menciptakan hati. Maka hanya Dia yang mampu membersihkan hati kita seutuhnya.
“. . . sekalipun dosa-dosamu seperti kain merah tua, semuanya akan menjadi putih seperti salju. Sekalipun merah seperti kesumba, semuanya akan menjadi putih seperti bulu domba” (Taurat, Yesaya 1:18).

Selanjutnya dengan hati yang baru kita belajar berbuat baik. Kita perlu menjadi pengikut Isa dan mengamalkan ajaran kasih-Nya.
Maka Allah akan menyediakan pertolongan-Nya. Ia akan membimbing kita di bumi. Ia juga akan menuntun kita sampai mendapatkan surga-Nya.
Mendapatkan Hati yang Bersih dan Jaminan Surga
Jadi memang mustahil manusia membersihkan hati yang kotor. Allah menyediakan pertolongan-Nya. Ia menjelma menjadi manusia melalui Isa Al-Masih.
“Sebab semua orang telah berdosa dan tidak dapat mencapai kemuliaan Allah. Tetapi, karena anugerah-Nya, mereka dibenarkan [mendapat hati bersih] dengan cuma-cuma melalui penebusan di dalam Isa Al-Masih” (Injil, Surat Rum 3:23-24).
Maukah Anda mendapatkan hati yang bersih dan surga Allah? Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Ini Jaminan Masuk Surga Bagi Manusia Berdosa
- Setiap Kita Berdosa! Ada yang Mampu Menanggung Dosa Orang Lain?
- Solusi Membersihkan Hati Yang Kotor Bagi Manusia Yang Penuh Dosa
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Berikan penjelasan, mungkinkah amal baik dan ibadah bisa membersihkan hati kita secara total?
- Menurut Saudara bagaimana cara pasti untuk membersihkan hati yang kotor?
- Bagaimana pendapat Saudara mengenai Isa sebagai penjelmaan Allah untuk menolong manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Istilah yang lebih tepat untuk hal ini bukanlah “mengorbankan.” Melainkan Allah “menganugerahkan / memberi anugerah-Nya” bagi manusia.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].