• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Kisah Pemuka Agama & Preman: Masuk Surga Bukan Karena Amal

Isa Dan Islam > Artikel > Keselamatan > Cara Masuk Surga > Kisah Pemuka Agama & Preman: Masuk Surga Bukan Karena Amal
1 Mei 2024 | 2 Komentar

Saya memiliki teman bernama Abdul. Ia menceritakan kisah kegelisahan hatinya.

Abdul memahami bahwa kita perlu melakukan amal baik. Tujuannya agar mendapat rahmat Allah dan masuk surga. Namun sekarang ia mengetahui informasi baru yang
menggelisahkannya.

Ada pernyataan mengejutkan bahwa Mukmin masuk surga bukan karena amal! Jika demikian, bagaimana cara kita bisa mendapatkan rahmat-Nya? Mari simak pencarian Abdul akan hal ini.

Kisah Seorang Ulama

Abdul sempat membaca artikel menarik dalam majalah yang dia pinjam dari saya. Kisah mengenai seorang ulama dan preman jalanan. Berikut ini adalah peristiwanya.

Ada seorang ulama pergi ke mesjid. Di sana ia ingin berdoa dan beribadah. Ia memang sangat rajin melakukannya.

Dalam doanya ia berkata: “Ya Allah, hamba bersyukur karena mengikuti jalan-Mu. Hamba tidak pernah mencuri, atau melakukan berbagai kejahatan. Hamba selalu melakukan shalat dan puasa, bahkan hamba juga mendapat kesempatan untuk menunaikan haji.”

Ulama ini terus berdoa dengan sangat panjang. Ia melanjutkan dengan ucapan syukur karena merasa telah melakukan banyak amal, mengajarkan agama, dan memberikan banyak sedekah. Ia juga memiliki panti asuhan yang menolong banyak anak yatim.

Melihat kisah ini sempat terlintas dalam pikiran Abdul bahwa doa ulama ini memang percaya diri. Walau rasanya agak sombong, namun ia meyakini bahwa dengan begitu banyak amalannya, pastilah Allah memperhitungkannya.

Kisah Seorang Preman Jalanan

Pada saat itu masuk juga seorang preman ke dalam mesjid. Ia berdiri jauh-jauh di belakang dengan sangat takut ia berdoa kepada Allah.

Preman ini berkata perlahan: “Ya Allah, ampunilah saya. Telah banyak kejahatan yang saya perbuat selama hidup. Saya pernah menyakiti banyak orang. Saya sering minum minuman keras bahkan sampai mabuk. Saya sering menonton film porno. Saya juga berzinah.”

“Bahkan saya sangat jarang beribadah. Saya jarang sekali sholat. Saya tidak pernah puasa. Malah sering mengajak orang lain membatalkan puasanya.”

Melihat keadaan kontras ini Abdul menjadi tertarik. Karena ia mengerti bahwa orang ini telah melakukan banyak dosa, namun ia dengan rendah hati meminta ampunan Allah.

Abdul, di satu sisi yakin pastilah Allah juga akan menolongnya. Namun pada sisi lainnya ia pasti akan mendapat hukuman atas semua dosanya.

Abdul melihat kisah ini dekat dengan keadaan nyata sehari-hari. Ada saja pemuka agama yang menyatakan banyak perbuatan baik yang telah ia lakukan. Dan pada pihak lain ada banyak orang yang beribadah dengan sangat takut. Mereka merasa bersalah karena banyak dosa.

Akhir Kisah yang Mengejutkan

Menariknya, pada akhir artikel ada penjelasan mengenai respon Allah. Yaitu bagaimana tindakan-Nya terhadap kedua orang yang berdoa ini.

Berikut Kutipannya: “Preman itu pulang ke rumahnya sebagai orang yang mendapat pembenaran Allah. Namun alim ulama itu malah tidak benar di hadapan Allah.”

Kesimpulan ini yang sangat mengejutkan Abdul. Karena jika tidak benar di hadapan Allah berarti tidak mungkin bisa masuk surga. Bagaimana bisa orang yang berbuat baik tidak masuk surga dan orang jahat malah bisa menjadi benar?

Selanjutnya Abdul menemukan sendiri beberapa ayat dalam Al-Quran dan Hadits. Ayat-ayat ini malah meneguhkan kegelisahannya.

Contohnya: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan . . .” (Shahih Muslim 131). Ayat ini menjelaskan mengapa ulama tersebut tidak bisa masuk surga.

Dan ada ayat lainnya yang sangat tegas menjelaskan hal ini. “Tidaklah seorang pun dari kalian yang diselamatkan oleh amalnya . . . tidak juga aku (Muhammad), kecuali bila Allah melimpahkan ampunan dan rahmat padaku” (Shahih Muslim 5038).

Semua hal ini membuka mata Abdul. Menyatakan bahwa kita manusia masuk surga bukan karena amal.

Benarkah kesimpulan ini? Abdul kemudian bertanya ke ustadz di dekat rumahnya tinggal.

Memang Benar: Masuk Surga Bukan Karena Amal

Ustadz menjelaskan bahwa memang sebagai Mukmin kita diminta beribadah dan beramal. Allah pasti akan melihat dan mempertimbangkan amalan kita.

Namun Pak Ustadz menjelaskan bahwa seseorang tidak bisa membayar surga Allah dengan amal perbuatannya, karena amalan kita penuh dengan cacat. Sementara surga Allah terlalu sempurna untuk menjadi balasannya. Hanya dengan rahmat Allah saja seseorang bisa tinggal di surga-Nya

Bahkan ustadz menegaskan bahwa pasti masuk surga bukan karena amal. Andai manusia dari hari pertama dia lahir, sampai akhir hayatnya beramal kepada Allah, bahkan jika ia mampu tidak pernah melakukan dosa sedikitpun, itu tak akan cukup untuk membayar surga.

Hal ini berlaku bagi semua orang. Termasuk juga untuk Nabi Islam.

“. . . demi Allah meskipun aku ini Rasulullah, aku tidak tahu apa yang akan dilakukan-Nya terhadapku” (Shahih Bukhari 1166).

Terlebih kita manusia biasa, kita penuh dengan dosa. Juga semua amalan kita tidak ada yang sempurna.

“Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula” (Qs 99:8).

Kegelisahan dan Pencarian Jawaban

Penjelasan ustadz meneguhkan artikel yang Abdul baca. Namun hal ini justru menambah kekhawatiran. Karena ulama dan Nabi Islam yang banyak amal pun tidak pasti masuk surga. Jika demikian, terlebih kita manusia biasa yang penuh dosa.

Dalam kegelisahannya Abdul meminjam kembali majalah saya. Jika pertama Abdul membaca sekilas, sekarang ia ingin mendalaminya. Abdul berharap mendapatkan petunjuk jawaban di dalamnya.

Akhirnya Abdul membaca keterangan pada bagian belakang majalah tersebut. Juga ada artikel lain yang menjelaskan solusinya.

Saat itu Abdul baru mengetahui sumber kisah ulama dan preman yang terinspirasi dari perumpamaan dalam ajaran Isa Al-Masih. Terdapat pada Injil Lukas 8:9-14.

Masuk Surga bukan karena Amal, Ini Solusinya!

Penjelasan artikel itu meneguhkan bahwa kita manusia berdosa. Kita masuk surga bukan karena amal, melainkan rahmat Allah.

“Sebab tidak ada satu manusia pun yang akan dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum [ibadah, amal] . . .” (Injil, Rum 3:20).

Satu-satunya cara manusia bisa mendapat rahmat Allah adalah dengan Isa Al-Masih. Yaitu kita perlu mengimani dan menjadi pengikut Isa.

Karena Isa adalah rahmat Allah sendiri yang menjelma dalam wujud manusia. Isa yang suci mendapat hukuman untuk menanggung dosa manusia saat tersalib.

Melalui-Nya kita bisa mendapatkan rahmat Allah. Yaitu pengampunan dosa untuk keselamatan akhirat.

“Kalam itu [Isa Al-Masih] telah menjadi manusia . . . penuh dengan anugerah dan kebenaran . . . anugerah dan kebenaran datang melalui Isa Al-Masih” (Injil, Yahya 1:14,17).

Hal ini berlaku untuk semua orang termasuk bagi preman dan tokoh agama. Namun tokoh agama bisa menjadi sombong dan tidak merasa perlu rahmat Allah karena ia merasa telah menjadi cukup baik.

Sedangkan sang preman sadar bahwa ia penuh dosa. Ia perlu mendapatkan pembenaran. Jalannya dengan berseru kepada Allah melalui Al-Masih.

Mengetahui hal ini membuat Abdul rindu mengetahui lebih jauh tentang Isa. Memang ini hal baru baginya, namun ia mengakui sangat membutuhkan rahmat Allah! Tanpanya tidak mungkin kita bisa selamat.

Mari Menerima Rahmat Allah

Bagaimana dengan Anda para pembaca? Kita memahami masuk surga bukan karena amal. Tidak ada seorang Mukmin pun akan cukup amalannya.

Dengan kata lain, semua amal dan ibadah kita tidak bisa menjamin surga. Bahkan orang yang paling saleh sekalipun tidak mampu masuk surga.

Allah memberikan solusi, yaitu Ia memberikan jaminan rahmat-Nya melalui Isa Al-Masih.

“Kita diselamatkan-Nya, bukan karena perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan, melainkan karena rahmat-Nya [melalui Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Titus 3:5).

Mari menerima rahmat Allah untuk keselamatan kita. Mari mengimani dan menjadi pengikut Isa Al-Masih.


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Cara Masuk Surga Tanpa Hisab!
  2. Amalan Tambahan Ramadhan Tidak Menjamin Kepastian Surga
  3. Mengapa Isa Al-Masih Adalah Rahmat Dari Allah?

Video:

  1. Dapatkah Amal Menghapus Dosa?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana pendapat Saudara bahwa amalan manusia tidak akan mampu menjamin surga?
  2. Bagaimana pendapat Saudara bahwa orang yang banyak beramal baik tetap bisa masuk neraka?
  3. Bagaimana pendapat Saudara ada jaminan rahmat Allah melalui Isa Al-Masih?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Kategori: Cara Masuk Surga, Keselamatan

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

2 Comments
Paling lama
Terbaru
Shofwan
7 Mei 2024 6:55 pm

~
Memelitir kisah.

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
7 Mei 2024 9:49 pm
Balasan ke  Shofwan

~
Saudara Shofwan,

kami sangat menghargai respoon saudara. Kami sangat senang jika saudara memberitahukan kami kisah apa yang dipelintir?

Pada artike di atas, menceritakan bahwa seseorang bisa masuk surga bukan karena amalan ibadahnya. Dalam Kitab Suci Injil, Surat Efesus 2:8-9 menyatakan “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Mustahil Memenuhi Syarat Untuk Masuk Surga! Ini Solusinya
  • Cara Masuk Kristen dan Islam Untuk Mendapatkan Surga
  • Adakah Cara untuk Masuk Surga Tanpa Sholat?
  • Mukmin Tidak Perlu Beramal untuk Masuk Surga?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz