• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

11 Alasan Utama Orang Menjadi Mualaf Dan Murtadin

Isa Dan Islam > Artikel > Kepercayaan Orang Islam > Murtad > 11 Alasan Utama Orang Menjadi Mualaf Dan Murtadin
17 April 2024 | Tidak Ada Komentar

Makin lama makin banyak berita tentang orang pindah agama.

Ada yang masuk ke agama Islam. Namun ada juga yang keluar dari keimanannya. Kita kenal keadaan ini dengan istilah mualaf dan murtadin.

Hal ini membuat saya sangat tertarik. Saya ingin tahu mengapa ada teman mau memeluk Islam. Dan mengapa teman lainnya malah yakin meninggalkannya.

Mari kita lihat alasan orang menjadi mualaf dan murtadin. Agar kita bisa yakin dengan kepercayaan yang kita anut.

Dinamika Kehidupan: Ada Mualaf dan Murtadin

Saya dibesarkan dalam keluarga yang memeluk agama Islam. Walaupun demikian ada anggota keluarga besar saya yang pindah keyakinan menjadi Nasrani. Kami hidup dalam toleransi sosial yang baik.

Keberagaman ini juga saya alami dalam lingkungan pekerjaan. Ada teman yang mualaf dan murtadin.

Secara umum mualaf berarti seseorang yang baru saja memeluk Islam. Ia tadinya memeluk kepercayaan lain atau atheis.

Sebaliknya, murtadin adalah seseorang yang meninggalkan iman Islam. Ia pindah untuk memeluk kepercayaan lainnya.

Dalam hal ini saya ingin tahu apa alasan mereka pindah kepercayaan. Karena itu saya berdiskusi dengan teman yang mualaf dan murtadin. Saya melakukannya dalam waktu yang berlainan.

5 Alasan Menjadi Mualaf

Berikut beberapa alasan yang saya temukan. Hal ini berasal dari percakapan dengan beberapa teman yang mualaf.

  1. Konsep tauhid menarik.
    Pertama, teman saya mengatakan bahwa ia percaya ada satu Allah. Konsep banyak dewa malah membingungkannya. Dalam hal ini Islam yang paling giat menyatakan menyembah satu Allah saja.
  1. Ibadah terasa teratur dan khusyuk.
    Selanjutnya ia mengatakan bahwa bentuk ibadah sangat sakral. Mulai dengan panggilan adzan yang menyentuh jiwa. Lalu membersihkan diri sebelum sholat dan sebagainya.
  1. Banyak peraturan untuk keteraturan hidup di bumi.
    Selain itu beberapa teman setuju bahwa dunia penuh kekacauan. Sehingga banyak peraturan kehidupan dirasa baik. Bisa menuntun manusia secara detail, kata mereka.
  1. Persaudaraan yang kuat.
    Satu teman lain menambahkan bahwa ada komunitas yang kuat. Ia merasa diterima dalam satu keluarga besar.
  1. Tekanan masyarakat.
    Namun ada faktor lain juga. Banyak orang menjadi mualaf karena tekanan sosial. Hal ini bisa terjadi di lingkungan pekerjaan maupun tempat tinggalnya.

Temuan yang Mengejutkan

Pada awalnya saya bisa memahami semua alasan di atas. Semuanya menguatkan kepercayaan yang saya yakini selama ini.

Memang dalam agama, orang yang mualaf sangat menggembirakan bahkan mereka perlu mendapat dukungan. Salah satunya dengan zakat.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir . . . para muallaf yang dibujuk hatinya . . . sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah . . .” (Qs 9:60).

Namun saya terkejut melihat berita di internet dan sosial media bahwa di berbagai negara banyak sekali murtadin.

Saya menjadi heran mengapa mereka rela meninggalkan kepercayaannya. Padahal ada ancaman hukuman keras bagi yang melakukannya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir . . . maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka . . .” (Qs 4:137).

Bahkan banyak yang murtad di wilayah Timur Tengah. Ada berbagai survey ilmiah yang membuktikannya.

Salah satunya dari lembaga riset Gamaan. Pada tahun 2020 mereka melakukan penelitian di Iran. Mereka menemukan bahwa 22,2% penduduk telah murtad. Lalu dari yang masih menjalankan agama, 59,5% tidak melakukan sholat.

Hal inilah yang memicu rasa penasaran saya. Apa yang menyebabkan mereka yakin meninggalkan agama?

6 Alasan Menjadi Murtadin

Saya menanyakan pertanyaan ini kepada beberapa teman. Termasuk di dalamnya keluarga saya yang pindah kepercayaan. Berikut ini temuan saya.

  1. Tidak ada kepastian surga (Qs 19:71).
    Alasan yang sering orang katakan adalah mereka menjadi sangat takut akan azab dan akhirat. Ada kepastian hukuman namun tidak ada kepastian surga. Dalam keadaan begini mereka menjadi sangat tertarik pada kasih Allah dan jaminan sorga.
    Padahal kita manusia pasti banyak dosa. Semua amal tidak mampu menutup banyaknya kesalahan yang kita perbuat.
  1. Berbagai peraturan sangat memberatkan.
    Selanjutnya ada banyak peraturan ibadah yang umat perlu jalani seumur hidup dan sangat sulit memenuhi semuanya dengan baik.
    Contohnya berbagai peraturan saat akan sholat dan puasa. Umat juga perlu memenuhi semua kewajiban puasanya. Jika bolong, perlu menebus hutang puasa tersebut di waktu yang berbeda. Terlebih lagi harus menanggung hutang puasa dari orang tua yang telah meninggal.
  1. Dalil mengenai kesetaraan wanita.
    Ada tertulis wanita kurang akal dan agama. Sehingga penghuni neraka paling banyak adalah wanita (Shahih Bukhari 293). Juga wanita datang dan pergi bagai setan (Shahih Muslim 2491).
  1. Kekerasan dalam ajaran agama.
    Beberapa teman mengungkapkan ada berbagai isi kitab yang menggelisahkan. Contohnya ayat mengenai perbudakan. Atau banyak ayat yang bernada kekerasan dan penindasan terhadap golongan lain.
  1. Isi Al-Quran dan Hadist yang menjadi pertanyaan.
    Ada berbagai pertanyaan berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Contohnya benarkah ada penghancuran total bangsa Mesir (Qs 25:35-39)? Padahal kita tahu bangsa ini masih ada sampai sekarang.
  1. Yang terutama: karena kasih Allah nyata!
    Beberapa teman mengatakan mereka tertarik pindah agama karena merasakan kasih Allah. Bahwa dalam kepercayaan barunya Allah itu dekat. Ia bahkan tergambar sebagai Bapa yang baik.
    Hal ini memberi penghiburan dan kekuatan. Juga memotivasi hidup baik bukan karena takut hukuman. Melainkan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Saya

Semua hal ini membuat saya menjadi gelisah. Karena memang saya percaya agama bisa mengajarkan kebaikan. Namun selalu ada sisi lain yang menjadi pertanyaan.

Hingga saya membaca artikel menarik mengatakan bahwa intinya bukan tentang agama, tapi tentang Allah.

Karena agama adalah cara manusia mendekat kepada Allah. Sedangkan Allah yang penuh kasih mau menyelamatkan manusia. Ia yang berinisiatif mendekat dan menunjukkan jalan.

Ini yang membuka mata saya bahwa memang manusia tidak mungkin memenuhi semua hukum Allah. Namun Allah yang mau menolong kita.

“Sebab tidak seorang pun dimungkinkan berbaik dengan Allah oleh karena orang itu melakukan hal-hal yang terdapat dalam hukum agama. Sebaliknya hukum itu cuma menunjukkan kepada manusia bahwa manusia berdosa . . . [caranya] hanya kalau manusia percaya kepada Yesus Kristus [Isa Al-Masih] . . .” (Injil, Rum 3:20 BIS).

Hati saya menjadi tersentuh. Inilah awal mula saya tertarik mengetahui lebih jauh tentang Isa Al-Masih.

Inilah Jalan Pertolongan Allah!

Akhirnya saya paham bahwa intinya bukan tentang sekedar kepercayaan manusia. Banyak orang berusaha mencari jalan sendiri, sehingga banyak yang tidak yakin dan pindah agama.

Namun intinya tidak ada manusia yang mampu mencapai surga. Yaitu jika kita sekedar mengandalkan ibadah dan amal baik.

Satu-satunya jalan adalah dengan pertolongan Allah melalui Isa Al-Masih. Karena rupanya Isa adalah jalan lurus yang Allah berikan bagi manusia.

Jika kita mengimani dan menjadi pengikut Isa, maka tersedia keselamatan Allah. Yaitu pengampunan dosa dan juga tuntunan hidup sampai kita masuk surga.

“Ketika kita masih lemah, pada waktu yang ditentukan oleh Allah, Al-Masih telah mati bagi kita . . . Allah menyatakan kasih-Nya kepada kita karena Al-Masih telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa . . . kita dibenarkan oleh darah-Nya [pengorbanan di salib]! Tentu Ia akan menyelamatkan kita dari murka Allah [surga]” (Injil, Rum 5:6-10).

Sampai sekarang saya masih mempelajari dan memperdalam hal ini. Saya mau lebih memahaminya agar saya bisa mengambil keputusan dengan penuh keyakinan di masa mendatang.

Kedamaian dan Kepastian dalam Jalan Allah

Untuk Anda para pembaca, bagaimana dengan Anda?

Mari terimalah rahmat Allah dengan mengimani Isa sebagai jalan keselamatan. Lalu kita bisa menjadi pengikut-Nya untuk hidup sesuai hukum kasih Allah.

Saat menjalaninya, Anda akan merasakan kemerdekaan dan kedamaian luar biasa. Karena ada keyakinan untuk ampunan dosa dan kepastian surga di akhirat.

Maukah Anda juga menerima jalan Allah ini? Mari mengimani Isa Al-Masih.

 


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Mengapa Orang Arab Murtad Masuk Kristen?
  2. Tidak Mungkin Semua Agama Benar! Inilah Buktinya!
  3. Mengapa Seorang Kyai Islam Mengikuti Isa Al-Masih?

Video:

  1. 8 Alasan Utama Ilham Menjadi Pengikut Isa Al-Masih

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Menurut Anda mengapa banyak orang yang mualaf?
  2. Menurut Anda mengapa banyak orang yang menjadi murtadin?
  3. Bagaimana pendapat Anda bahwa bukan tentang mualaf dan murtadin, melainkan Isa sebagai jalan Allah untuk keselamatan manusia?

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.
Kategori: Kepercayaan Orang Islam, Murtad

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Paling lama
Terbaru

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Benarkah Neil Armstrong Seorang Mualaf?
  • 3 Alasan Mengapa Orang Islam Menjadi Kristen!
  • Mengapa Siti Maryam Menjadi Wanita Utama Dalam Al-Quran? 
  • Mengapa Seseorang Muslim Menjadi Ateis dan Menolak Agama?
  • Cara Kembali ke Fitrah dan Menjadi Benar di Hadapan Allah

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz