• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Pembangunan Masjid di Kota New York

Isa Dan Islam > Media > Ulasan Berita Agama > Pembangunan Masjid di Kota New York
4 September 2010 | 43 Komentar

Protes Atas Pembangunan Mesjid di New York

Tentu masih jelas dalam ingatan kita bagaimana tragisnya musibah yang menimpa Kota New York pada 11 September 2001 lalu, yaitu hancurnya gedung World Trade Center (WTC) dan gedung Pentagon di Washington, DC.  Diperkirakan sekitar 3000 orang tewas dalam tragedi tersebut. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda, termasuk juga umat Kristen dan Islam. Banyak yang mempertanyakan penyebab dari musibah tersebut, apakah karena kecelakaan atau ulah dari teroris.

Osama Bin Laden di Balik Tragedi WTC

Beberapa hari setelah kejadian tersebut, pemerintah Amerika Serika (AS) mengumumkan tersangka utama penyerangan gedung WTC dan Pentagon adalah Osama bin Laden, seorang “fundamentalis Islam” dari ormas Al-Qaidah.  Banyak pro dan kontra atas pengumuman tersebut.  Berbagai analisapun bermunculan. Umat Muslim membantah kejadian itu  merupakan jihad agama mereka. Sementara non-Muslim, khususnya masyarakat di Kota New York sejak saat itu menilai Islam adalah teroris.

Namun apa pun motivasi si pelaku, perbuatannya tidak dapat dibenarkan.  Membunuh adalah perbuatan yang sangat dilarang Allah. Dengan tegas Allah mengatakan, “jangan membunuh” (Taurat, Kitab Keluaran 20:13).

Pembangunan Masjid di Kota New York Dekat Eks Gedung WTC

Baru-baru ini warga AS, khususnya masyarakat New York merasa terkejut dengan keputusan baru yang dikeluarkan oleh Presiden Obama.  Tampaknya pemerintah AS menyetujui pembangunan masjid di kota New York di dekat kawasan Ground Zero atau dekat lokasi bekas gedung WTC.

Sedikitnya ada dua kelompok yang pro dan kontra terhadap keputusan tersebut. Kelompok yang menamakan diri “9/11 Families for a Safe & Strong America” (Keluarga 9/11 untuk Amerika yang Aman dan Kuat) mengatakan dukungan Presiden Obama sebagai kabar yang mengejutkan. Dalam pernyataannya, kelompok ini menuduh Presiden Obama telah memasung AS di tempat dimana “hati Amerika hancur sembilan tahun lalu”.

Sebaliknya, kelompok yang menamakan diri “September Eleventh Families for Peaceful Tomorrows” (Keluarga 9/11 untuk Hari Esok yang Penuh Damai) menyatakan dukungan pada upaya pembangunan masjid dan pusat Islam tersebut. “Kami yakin, menyambut berdirinya pusat (Keislaman) yang bertujuan mendukung terwujudnya toleransi antar-agama dan sikap saling menghormati justru sejalan dengan nilai-nilai fundamental AS tentang kebebasan dan keadilan untuk semua,” kata kelompok itu dalam pernyataannya.

Kebebasan Umat Beragama

Jelas, sikap mereka yang pro dan kontra akan pembangunan masjid tersebut tidak dapat disalahkan. Bagi mereka yang menolak, tentu tragedi itu masih meninggalkan duka yang mendalam. Sedangkan bagi yang mendukung, toleransi antar umat beragama dan saling menghormati adalah motivasi mereka.

Namun satu hal yang perlu disikapi adalah bagaimana kita sebagai umat beragama dapat saling menghargai satu sama lain. Bukan hanya dapat hidup saling berdampingan. Kita juga perlu menghargai setiap hak sesama, termasuk hak mendirikan rumah ibadah dan hak menjalankan ibadah keagamaan.

Kerukunan antar umat beragama hanya dapat tercapai bila masing-masing umat dapat saling menghargai. Untuk hal ini, Isa Al-Masih memberikan pedoman, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Injil, Rasul Besar Matius 5:12)

Demikianlah seharusnya setiap umat mengikuti pedoman Isa Al-Masih di atas, sehingga akan selalu ada damai di dunia!

Artikel Terkait  

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel “Bagaimana Menyikapi Pembangunan Masjid di Kota New York?” Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:  

  1. Hikmah Bom Di Masjid Mesir Bagi Umat Islam Dan Kristen
  2. Imam Besar Masjid Istiqlal: Trinitas Itu Tuhan Yang Maha Esa
  3. Bagaimana Seharusnya Sikap Kita Terhadap Orang Kafir?
  4. Apakah Ajaran Agama Mendukung Membom Gereja?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca 

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:  

  1. Setelah membaca artikel ini, bagaimana pandangan Saudara tentang pristiwa runtuhnya World Trade Center 11 September 2011, yang memakan korban 3000 lebih jiwa?
  2. Bagaimana menurut Saudara tentang ajaran Isa Al-Masi dalam Injil: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka”?
  3. Setiap orang beragama wajib hidup saling menghargai. Menurut Saudara bagaimana sikap menghargai yang perlu diterapkan umat beragama? Silakan dijelaskan!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.  

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”  

 

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS ke: 0812-9530-4930

{jcomments on}

Kategori: Ulasan Berita Agama

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

43 Comments
Paling lama
Terbaru
Gonzales
17 Desember 2010 8:27 am

*
Nice article, harusnya dunia ini saling menghormati.

Balas
staff
23 Desember 2010 11:17 am
Balasan ke  Gonzales

~
Terimakasih Sdr. Gonzales atas penilaian yang telah Saudara berikan.

Memang sudah seharusnyalah, sesama umat beragama saling menghormati dan memberikan kebebasan kepada umat lain, bukan hanya untuk melakukan ibadah agamanya saja, tetapi juga melakukan setiap kegiatan agamawinya dengan rasa aman.
~
SO

Balas
bagya pralambang
22 Desember 2010 4:34 pm

*
Bagaimana kalau yang dibangun adalah gereja di tengah-tengah mayoritas lingkungan Muslim?

Balas
staff
23 Desember 2010 11:18 am
Balasan ke  bagya pralambang

~
Sdr. Bagya, di sini kami menyoroti tentang pembangunan masjid di kota New York. Bukan gereja.

Tentu setiap pembangunan rumah ibadah ada aturan mainnya, ada peraturan-peraturan yang harus dipatuhi, termasuk membangun gereja.
~
SO

Balas
arina
25 Maret 2011 12:20 pm

*
Memang sudah seharusnya agama satu dengan yang lain harus saling menghormati.
Terkadang saya bingung, mengapa orang non Muslim selalu memandang Islam itu arogan,kasar, dan lain-lain.

Padahal dalam ajaran Islam, selalu diajarkan kelembutan. Islam tidak pernah memaksa dan tidak arogan. Mungkin ada beberapa orang Muslim yang memiliki sifat arogan dan jelek yang mengakibatkan agama yang dianutnya menjadi jelek pula.

Seperti pepatah karena setetes nila rusaklah susu sebelanga.

Balas
staff
5 April 2011 10:45 am
Balasan ke  arina

~
Saudara Arina, kami mengucapkan terima kasih untuk tanggapan Saudara.

Kami sangat menghormati Islam. Dan justru melalui website ini, kami mengajak Saudara-Saudari untuk boleh sama-sama menyelidiki kebenaran dan melakukan dialog serta diskusi bersama.

Kami tidak mengemukakan ide bahwa Islam adalah arogan atau kasar, kami hanya memaparkan fakta yang terjadi dan sungguh ada. Oleh sebab itu, jikalau ada bagian-bagian atau kalimat yang Saudara tidak setujui, ataukah kami telah mengutip secara salah, sudi kiranya Saudara menginformasikannya kepada kami dengan mengemukakan pandangan Saudara.
~
CA

Balas
Yohanes Cahyo Nugroh
27 Maret 2011 5:12 am

*
Saya mau menanggapi Mas Bagya,

Kalau misalkan di Indonesia, masjid agung At-Tin Jakarta dibom sama orang Katolik (yang hal ini tidak mungkin terjadi, karena agama kami hukumnya cinta kasih) dan mengakibatkan 3000 orang Islam mati.

Lalu di dekat situ akan dibangun gereja. Bagaimana tanggapan saudara? Ikut protes atau setuju?.

Wajar saja bukan, bila terjadi pro dan kontra, mengingat di situ sempat terjadi pembunuhan massal dalam bahasa kasarnya.

Sekian tanggapan saya kepada saudara Bagya, mohon maaf bila ada salah kata.

Untuk admin, nice article.

God Bless Us.

Balas
subiyanto
11 April 2011 1:55 am

*
Seandainya rencana itu bisa terlaksana, ini akan menjadi contoh bagi semua negara yang memberi kebebasan warga negaranya untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinannya masing-masing.

Balas
staff
13 April 2011 6:07 am
Balasan ke  subiyanto

~
Saudara mengharapkan agar sebuah mesjid bisa berdiri di tengah-tengah komunitas non Islam, dan bahkan di bekas area terjadinya kekerasan oleh pihak yang mengatasnamakan Islam.

Apakah Saudara juga mengharapkan dan juga mendukung agar umat beragama lain juga boleh memiliki tempat beribadah dan kebebasan beribadah dan menjalankan perintah agamanya, di daerah mayoritas Muslim di negara Indonesia ini?

Isa Al-Masih mengajarkan bahwa: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” (Injil, Rasul Besar Matius 7:12).
~
CA

Balas
franky
13 April 2011 6:07 am

*
Sebagai umat Kristen saya setuju dibangunnya masjid di kawasan Ground Zero. Yang berbuat sudah pasti akan kena karma-nya kan? Biarlah hanya Tuhan yang membalaskan pembalasan yang setimpal bagi pelaku teror.

Jangan lagi ada kekerasan atas nama agama. Allah yang Maha Kuasa sanggup membela dirinya sendiri. Saya yakin semakin lapang dan ikhlas keluarga korban, semakin berat bara dan hukuman bagi pelaku teror itu.

Balas
staff
25 April 2011 3:51 am
Balasan ke  franky

~
Kami mengucapkan terimakasih atas ungkapan penuh rasa tenggang rasa dari Saudara. Kiranya sifat seperti ini boleh dimiliki oleh semua kaum pada segala umat di segala zaman.
~
CA

Balas
udindaging
3 Mei 2011 5:56 pm

*
Apa betul Osama arsitek bom WTC?

Balas
staff
11 Mei 2011 6:33 am
Balasan ke  udindaging

~
Saudara Udindaging, sebenarnya seluruh dunia telah mengetahui bahwa Osama adalah memang benar pelaku utama di balik semua kegiatan teror tersebut.

Berikut kami kutip beritanya bagi Saudara, sebagaimana yang telah disiarkan pelbagai portal berita dalam dan luar negeri:

Persis sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2004, di dalam sebuah pernyataan video yang direkam, Osama bin Laden mengakui keterlibatan al-Qaeda pada penyerangan Amerika Serikat dan mengakui hubungan dia secara langsung pada serangan tersebut. Dia berkata bahwa serangan tersebut dilakukan karena “Kami bebas…dan untuk mendapatkan kebebasan bagi negara kami. Seperti kalian meremehkan keamanan kami, kami juga meremehkan keamanan kalian.” Osama bin Laden berkata bahwa dia sendiri telah memimpin 19 pembajak pesawat. Di dalam video tersebut dia berkata, “Kami telah sepakat dengan Komandan Jendral Muhammad Atta. Allah mengasihi dia, bahwa semua operasi akan dilaksanakan dalam 20 menit sebelum Bush dan pemerintahannya menyadari.”

Video lain yang didapatkan oleh Al Jazeera pada September 2006 menunjukkan Osama bin Laden sedang bersama dengan Ramzi Binalshibh dan 2 pembajak lain: Hamza al-Ghamdi and Wail al-Shehri, pada saat mereka bersiap-siap untuk penyerangan.
~
CA

Balas
Hermanto
13 Mei 2011 7:51 am

*
Saya juga heran atas pembangunan masjid di area tersebut. Namun segala sesuatu tentunya terjadi atas izin Tuhan. Marilah kita saling menghormati satu sama lain.

Balas
staff
3 Juni 2011 7:33 am
Balasan ke  Hermanto

~
Terima kasih Saudara Hermanto atas komentar Saudara.

Berlanjutnya proses pendirian mesjid di bekas daerah ini justru membalikkan fakta selama ini bahwa agama Islam telah ditindas di negara lain. Kami percaya bahwa umat Islam selalu diperlakukan baik di mana saja, jika ia sendiri tidak terlalu mempersoalkan perbedaan dirinya dengan masyarakat setempat.

Menurut kami, siapapun dan agama apapun berhak mendirikan rumah ibadah, di manapun juga. Ini adalah hak yang paling azasi bagi seorang manusia, yakni untuk beribadah kepada Allah Pencipta-nya.

CA

Balas
almira
25 Mei 2011 3:40 pm

*
Kalau benar Osama pelakunya, lalu kenapa pada saat kejadian ada 3000 karyawan yang beragama Yahudi serentak libur? Apakah anda tahu kalau Osama sebenarnya adalah anggota CIA pada waktu Afganistan perang melawan Russia?

Balas
staff
3 Juni 2011 7:39 am
Balasan ke  almira

~
Saudara Almira, kami agak bingung dengan pernyataan Saudara. Sebenarnya bagaimana pendapat Saudara? Osama beserta jaringannya yang adalah pelaku kejahatan ini, ataukah bukan?

Perlu juga dijelaskan bahwa kabar 3000 karyawan beragama Yahudi sekaligus libur pada hari tersebut adalah merupakan kebohongan yang tidak pernah terbukti.

Namun siapapun yang ternyata adalah pelaku akan kejahatan ini, jelas ia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah Pencipta nanti di hari kiamat.

Pada hari kiamat, Isa Al-Masih akan datang lagi sebagai Hakim yang ADIL untuk menghakimi semua umat manusia. Semua orang yang melakukan dosa, baik dosa besar maupun kecil, harus mempertanggungjawabkan kesalahannya di hadapan Isa Al-Masih.

Sudahkah Saudara mempersiapkan diri dan hati untuk menghadapi saat seperti ini? Siapkah Saudara menanggung hukuman atas dosa yang sudah Saudara lakukan sepanjang hidup ini?

CA

Balas
muh tahir abdullah
25 Mei 2011 5:12 pm

*
Bagaimana ya, kalau disitu ada mesjid juga ada gereja, dan bila ada gereja disitu ada mesjid. Bagaimana komentarnya?

Balas
staff
3 Juni 2011 7:42 am
Balasan ke  muh tahir abdullah

~
Pernyataan Saudara Muh Tahir Abdullah sungguh sangat menarik. Kami juga merindukan agar semua pemeluk agama bisa beroleh kesempatan untuk beribadah dan menjalankan perintah agamanya.

Kami juga berharap agar Saudara juga memiliki pendapat yang sama atas rumitnya proses pembukaan rumah ibadah non Muslim di negara Indonesia ini.

Terima kasih,
CA

Balas
yes
21 September 2011 2:44 am

*
Lihatlah bukti umat Kristian tidak menindas umat Islam di negara bukan Islam, tetapi mampukah negara Islam melakukan seperti negara bukan Islam lakukan?

Balas
staff
27 Januari 2012 3:00 am
Balasan ke  yes

~
Isa Al-Masih mengajarkan, “Yesus menjawab, “Cintailah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan seluruh akalmu. Itulah perintah yang terutama dan terpenting Perintah kedua sama dengan yang pertama itu: Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri. Seluruh hukum agama yang diberikan oleh Musa dan ajaran para nabi berdasar pada kedua perintah itu.” (Injil, Rasul Besar Matius 22:37-40).

Isa Al-Masih tidak pernah mengajarkan kepada pengikut-Nya untuk melakukan kekerasan. Sebaliknya, Dia mengatakan “mengasihi sesama” adalah hukum kedua yang terpenting.

Tentu tidaklah mudah untuk memaafkan seseorang yang telah melakukan kesalahan. Tapi, bagi pengikut Isa Al-Masih, yang telah terlebih dahulu menerima kasih dari Allah, mengasihi sesama bukanlah hal yang sulit.
~
SO

Balas
kris diantoro
18 April 2012 6:32 am

*
Bagaimana caranya bila para ulama tidak main politik?

Balas
staff
19 April 2012 3:09 am
Balasan ke  kris diantoro

~
Bergelut dalam dunia politik bukanlah hal yang melanggar firman Allah. Tidak satu pun ayat dalam Alkitab yang melarang seseorang menggeluti dunia politik. Apapun latar belakang mereka. Baik ulama maupun non-ulama. Mungkin juga Al-Quran mengajarkan hal serupa.

Dalam kasus ini, yang salah bukanlah “politik”nya, tetapi biasanya orang-orang yang berpolitik tersebut. Cara mereka berpolitik yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah.

Tidak sedikit orang-orang yang duduk di partai politik menggunakan segala cara agar partai mereka menjadi nomor satu. Mungkin dengan berbohong, memberi suap dan cara-cara salah yang lainnya.

Sementara firman Tuhan mengatakan “Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu” (Injil, Rasul Lukas 18:20).
~
SO

Balas
basri
6 Juli 2012 3:11 am

*
Sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pelaku penghancuran gedung WTC.

Katanya agama Kristen mengajarkan kasih sayang & toleransi, tapi kenapa Amerika menyerang Afganistan, menghancurkan Irak.

Kenapa di Perancis, Denmark serta negara-negara Eropa yang lain umat Islam tidak bebas menjalankan ajaran agamanya ?

Anda tidak realistis dalam menilai dan melihat fakta yang ada.

Balas
staff
11 Juli 2012 5:53 am
Balasan ke  basri

~
Saudara Basri,

Umat Islam memang meragukan apakah benar dalang dari tragedi WTC adalah orang Islam. Tetapi sejarah mencatat bahwa beberapa hari setelah kejadian tersebut, pemerintah Amerika mengumumkan tersangka utama penyerangan gedung WTC dan Pentagon adalah Osama bin Laden, seorang “fundamentalis Islam” dari ormas Al-Qaidah.

Perang dan ajaran Kristen tidak ada hubungannya. Perang merupakan tindakan politik dari satu negara, sebab tentara yang pergi ke medan perang adalah utusan dari satu negara, bukan utusan Isa Al-Masih.
~
SO

Balas
sandy3
20 Juli 2012 12:16 am

*
Pembangunan Masjid di ground zero sebetulnya adalah penghinaan terhadap Islam.

1. Islam tidak mengakui dan mendukung terorisme, jadi Islam akan menolak dianggap sebagai penggagas dan pendukung tragedi 911.

2. Dibangunnya Masjid di Ground Zero akan menunjukkan bahwa Islam mendukung terorisme dan menstempelkannya dengan pendirian Masjid disana.

Balas
staff
20 Juli 2012 7:57 am
Balasan ke  sandy3

~
Saudara Sandy,

Sebagaimana yang sudah dijelaskan dalam artikel di atas, ada pro dan kontra dalam hal pembangunan masjid tersebut. Baik dari orang Islam maupun orang Kristen sendiri.

Orang Kristen ada yang setuju dengan pembangunan tersebut, tetapi ada juga yang menolaknya. Demikian halnya dengan orang Islam. Selain ada yang mendukung, ada juga yang menolaknya.

Kami bisa maklum bila saudara mengatakan Islam tidak mendukung terorisme atau sebagai penggagas tragedi 911, tetapi kenyataan mengatakan sebaliknya. Dalam artikel di atas dijelaskan bahwa aliran Islam tertentulah yang menjadi penggagas tragedi tersebut.
~
SO

Balas
Yoyo
2 Maret 2013 8:08 am

*
Harap diingat, hal ini hanya dapat terjadi di Amerika. Negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan hak asasi manusia. Bayangkan kalau kalau hal ini terjadi di Indonesia dan pelakunya orang Kristen. Tamat riwayat. Orang kafir lebih menghargai hak hidup dan perbedaan, toleran, panjang sabar.

Balas
staff
16 Agustus 2014 1:43 am
Balasan ke  Yoyo

~
Saudara Yoyo,

Terimakasih untuk komentar saudara. Kiranya toleransi tidak saja dilaksanakan oleh orang yang mengasihi Isa Al-Masih, tetapi semua pemeluk agama di seluruh dunia, khususnya Indonesia.
~
Solihin

Balas
Hafiz
10 Agustus 2014 7:41 am

~
Saya rasa masalah pembangunan rumah ibadah dimanapun ada aturan mainnya, baik Islam ataupun Kristen. Walaupun di negara yang mayoritasnya Islam atau Kristen pun ada syarat-syarat yang harus dipenuhi, terutama jumlah pengikut di daerah tersebut. Karena apabila jumlah pengikut sedikit dan dibangun secara seporadis rumah ibadah akan terjadi kemubadziran atau sia-sia. Karena rumah ibadah lain yang sudah ada mungkin akan tidak optimal pelayanannya dikarenakan terbagi-terbaginya jemaah.

Balas
staff
16 Agustus 2014 1:49 am
Balasan ke  Hafiz

~
Saudara Hafiz,

Kami berharap ini menjadi perhatian kita bersama. Walaupun realita di negara ini berbeda. Minoritas kesulitan dalam membangun rumah ibadah. Berbeda dengan mayoritas yang begitu mudah mendirikan tempat ibadah.

Tetapi kiranya ini menjadi cerminan sebagaimana sabda Isa Al-Masih, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Injil, Rasul Besar Matius 5:12). Apakah saudara setuju dengan sabda Isa Al-Masih ini? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas
Irfan Jaya
16 Agustus 2014 4:39 pm

~
Namun apapun motivasi si pelaku, perbuatannya tidak dapat dibenarkan. Membunuh adalah perbuatan yang sangat dilarang Allah. Dengan tegas Allah mengatakan, “Jangan membunuh” (Taurat, Kitab Keluaran 20:13).

Sebaiknya ayat itu ditujukan untuk kalian sendiri. Anda tau tapi sok tidak tau jika dalang tragedi WTC itu adalah pemerintah AS sendiri. Muslim yang di kambing hitamkan di labeli teroris. Licik sekali! Mereka bunuh 3000 warga negaranya sendiri. Kemudian mereka lanjutkan membunuhi 750.000 Muslim di Iraq dan Afganistan.

Itukah ajaran agama kalian?

Balas
staff
18 Agustus 2014 3:52 am
Balasan ke  Irfan Jaya

~
Salam Sdr.Irfan,

Terimakasih untuk pemaparan saudara. Jika saudara mengatakan bahwa ajaran dalam Alkitab seolah mengajarkan kekerasan, tentu saudara telah keliru. Bukankah Al-Quran yang mengajarkan kekerasan sebab diperbolehkan jihad?

Dari pemaparan saudara, perihal WTC, dapatka saudara membuktikanya? Kami kira kita jangan berbicara tidak berdasarkan bukti dan fakta. Dapatkah saudara mempertanggungjawabkan pernyataan kita?
~
Salma

Balas
Irfan Jaya
21 Agustus 2014 10:24 am

~
Yang membeberkan fakta runtuhnya WTC hasil rekayasa adalah para ilmuwan, dan arsitek dari Amerika sendiri. Silahkan anda lihat sendiri tayangannya di youtube. Silahkan anda tonton tayangan tersebut. Cukup satu hal yang saya minta, jangan bohongi hati nurani anda.

Dan saya yakin setelah lihat tayangan tersebut anda akan malu dan tidak akan kuat menanggung malu. Begitu licik, bobrok, biadab, dan brengseknya mereka yang sudah merancang kejadian tersebut (runtuhnya WTC). Saya paham tujuan dari semua itu. Sebagai alasan untuk menjajah dan membunuhi rakyat Irak dan Afganistan, dan kemudian untuk menguasai minyak. Sekaligus untuk mencap Islam sebagai agama teroris. Padahal mereka sendiri yang teroris laknat!

Balas
staff
24 Agustus 2014 6:56 am
Balasan ke  Irfan Jaya

~
Salam Sdr. Irfan Jaya,

Kami sangat menyadari kekesalan hati saudara. Tetapi kami kira saudara harus membesarkan hati, sebab memang benar bukan ajaran dalam Al-Quran diperbolehkan berjihad? Jika tidak diperbolehkan, mengapa ada banyak umat Islam yang merelakan diri berjihad, tidak terkecuali orang Indonesia sendiri.

Dan lagi, tidak satu pun ajaran dari ajaran Isa Al-Masih yang mengajarkan tentang kekerasan. Jika ada banyak umat Kristen yang melakukan kekerasan, kami sangat yakin bahwa mereka bukan pengikut Isa Al-Masih.

Sabda Isa Al-Masih “Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu” (Injil, Rasul Besar Matius 5:44).
~
Salma

Balas
Irfan Jaya
25 Agustus 2014 9:56 am

~
Tak perlu kita bahas ayat-ayat kitab suci dan jihad dulu. Kita sedang membicarakan fakta tentang tragedi WTC. Setelah anda lihat tayangan youtube tersebut (aneh, anda hapus keyword yang saya tulis. Anda takut orang lain ikut melihat tayangan tersebut). Itu artinya suatu kebusukan telah anda tutup-tutupi. Saya yakin kitab suci anda tidak memerintahkan penganutnya untuk menutupi suatu kebusukan. Sekarang saya tanya pada anda. Siapa dalang tragedi WTC tersebut? Jawab dengan jujur.

Balas
staff
31 Agustus 2014 2:51 pm
Balasan ke  Irfan Jaya

~
Saudara Irfan,

Kami sangat senang bila kebusukan dibukakan dan disingkapkan. Karena itu adalah tujuan kami, terutama supaya setiap orang mengenal Isa Al-Masih dengan benar. Tetapi kami tidak memperkenankan mencantumkan link di luar situs ini. Dan kami harap saudara membaca teliti artikel di atas sehingga mengetahui siapakah dalang tragedi WTC.

Hal yang perlu kita perhatikan adalah toleransi beragama. Isa Al-Masih bersabda, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi” (Injil, Rasul Besar Matius 5:12). Bila kita melakukan sabda Isa Al-Masih ini, pasti kita akan hidup saling menghormati, bukan? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin

Balas
Irfan Jaya
2 September 2014 6:52 am

~
Salah satu manifestasi dari kata toleransi adalah jika anda bersedia, mau, dan terbuka hati untuk menampilkan link/keyword sesuatu yang menayangkan kebenaran yang saya ketik. Toleransi hanya akan sekedar manis di mulut atau sekedar teori palsu jika anda yang menggemborkan toleransi hanya mau memaksakan tulisan-tulisan yang anda tulis agar dipercayai orang lain. Sedang orang lain tidak anda kasih kesempatan hal yang serupa. Anda munafik.

Balas
staff
4 September 2014 7:10 am
Balasan ke  Irfan Jaya

~
Saudara Irfan,

Kami sangat menghormati setiap komentar yang diberikan. Tetapi kami berharap juga bahwa pengunjung situs ini tetap menghormati ketentuan dan aturan dalam memasukkan komentar. Salah satunya adalah tidak diperkenakan memasukkan link selain yang ada di situs ini. Jelas, kami berusaha untuk toleran kepada semua pengunjung situs ini, tetapi kami tetap berusaha untuk mencoba memerhatikan ketentuan yang ada.

Pertanyaannya adalah apakah saudara sudah membaca artikel di atas dengan teliti? Tentu saudara sudah tahu dalang tragedi WTC berdasarkan artikel yang ditulis di atas, bukan? Bagaimana saudara?
~
Solihin

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Hikmah Bom Di Masjid Mesir Bagi Umat Islam Dan Kristen
  • Imam Besar Masjid Istiqlal: Trinitas Itu Tuhan Yang Maha Esa

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz