Pornografi adalah tantangan bagi setiap orang. Tidak perduli berasal dari negara atau agama apapun.
Beberapa orang berpikir bahwa agama Kristen mengijinkan pornografi karena Amerika melegalkan perusahaan pornografi. Tapi, benarkah demikian? Lantas, bagaimana cara umat beragama menjaga diri dari dosa pornografi?
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Solusi Terbaik Bagaimana Agar Dapat Mengendalikan Hawa Nafsu
- Kabar Baik! Mukmin Dapat Membersihkan Diri dari Dosa!
- Bagaimana Mukmin Dapat Terlepas dari Kebiasaan Buruk?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Menurut saudara, apa yang mendorong orang-orang mencari situs-situs porno di internet?
- Mengapa hukum-hukum restriktif, seperti ada di negara-negara Islam kelihatan tidak mengurangi penonton-penonton pornografi dalam negara Islam?
- Mengapa orang-orang yang tahu bahwa baik agama maupun hukum-hukum restriktif tidak mengurangi perhatian akan internet, tidak tertarik minta pertolongan Juruselamat Dunia, Isa Al-Masih?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”





PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].