“Saya ingin mengetahui kebenaran. Namun mengapa makin dipelajari malah makin membingungkan. Seperti ada banyak pertentangan di dalamnya.”

Hal ini tentu saja seharusnya berbeda dengan kitab suci agama. Karena seharusnya petunjuk agama itu shahih. Kita berharap tidak ada keraguan dan dapat diandalkan.
Dalam hal ini umat Islam percaya petunjuk Allah dalam Hadist. Bahwa Hadist menguraikan berbagai prinsip dari Al-Quran.
Syaikh Abdul Wahhab memberi pernyataan jelas. “Musibah yang menimpa kaum Muslimin ialah tersebarnya kelompok yang berpegang hanya kepada Al-Quran dan menolak Hadist . . .” (Tahqiq Ma’na as-Sunnah oleh an-Nadawi).
Namun masalahnya ada banyak umat menemukan berbagai pertentangan Hadist. Benarkah ada banyak isi Hadist yang bertentangan? Bahkan ada juga yang berbeda dari isi Al-Quran.
Mari kita lihat berbagai ayat yang tampaknya menjadi pertentangan Hadist. Agar kita bisa mendapat kebenaran dan teguh dalam keimanan kepada Allah.
Hadist dalam Kepercayaan Islam
Hadist adalah kumpulan informasi yang berisi segala ucapan, perbuatan, dan perilaku Nabi Islam. Hal ini berdasarkan kisah dari para sahabat dan saksi mata awal.
Kemudian mereka mengingat dan menceritakannya secara rinci. Tujuannya agar umat Islam bisa mengetahui tentang Nabi Islam.
Rujukan Hadist sangat penting. Hadist adalah sumber pedoman yang kedua setelah Al-Quran.
Imam Syafi’i mengatakan bahwa Hadist tidak dapat dipisahkan dengan Al-Quran. Hadist memberi penjelasan atau penjabaran dari Al-Quran.
Hal ini karena umat Islam percaya segala kehidupan Nabi Islam perlu diteladani. Banyak yang menganggap Hadist sebagai wahyu dari Allah.
“Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . . .” (Qs 33:21).
Namun menariknya, makin lama makin banyak orang menemukan pertentangan Hadist. Ada banyak isinya yang berbeda satu sama lain. Bahkan juga berbeda dari isi Al-Quran.
6 Contoh Pertentangan Hadist
Mari kita lihat beberapa diantaranya.
- Berapakah jumlah waktu berwudhu yang Nabi Islam lakukan?
Musnad Ahmad 1968 mengatakan beliau berwudhu satu kali. Musnad Ahmad 7538 menyebutkan dua kali. Sedangkan Sunan Darimi 687 mencatat tiga kali.Memang ada penjelasan bahwa umat boleh berwudhu antara satu sampai tiga kali. Satu kali melakukannya maka kewajiban telah terpenuhi. Dan jika tiga kali maka lebih baik, seperti wudhu para nabi.
Namun hal ini tidak menjawab pertanyaan dasar. Jadi berapa kali waktu berwudhu yang biasa Nabi Islam lakukan?
- Kapan waktu shalat yang tepat?
Umat Islam percaya untuk melakukan shalat saat subuh dan magrib. “Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan subuh . . .” (Qs 17:78).
Namun ada Hadist yang membatasi dan melarang shalat dalam waktu tersebut. “Aku mendengar Nabi melarang shalat di waktu matahari terbit dan terbenam” (Shahih Bukhari 2, Buku 26, Nomor 1629). - Apakah baik untuk berkulit hitam?
Ada Hadist yang mengajak umat menghormati orang berkulit hitam. Misalnya menerima pemimpin yang Allah tunjuk. Bahkan jika ia budak berkulit hitam (Al Mustadrak 330).
Namun ada pertentangan Hadist. Karena banyak dalil lainnya seolah merendahkan orang berkulit hitam. Contohnya:- “. . . makhluk yang paling dibenci Allah di antara mereka adalah seorang yang salah satu tangannya hitam . . .” (Shahih Muslim 1774).
- Wanita hitam melambangkan wabah (Shahih Bukhari 6517).
- Pertentangan Hadist cara memperlakukan wanita.
Ada Hadist yang mengajak umat untuk memperlakukan istri dengan baik. Bahkan Nabi Islam menjadi teladan yang paling baik (Sunan Ibnu Majah 1967).
Namun banyak sekali Hadist yang terkesan merendahkan istri dan wanita. Beberapa diantaranya:- “Kalau ada kesialan pada sesuatu, maka ada pada wanita, kuda dan tempat tinggal” (Hadits Bukhari No.2647).
- Wanita datang dan pergi bagai syetan (Shahih Muslim 2491).
- Suami boleh mengajak istri berhubungan intim kapanpun ia mau. Istri tidak boleh menolaknya (Hadits Tirmidzi 1080 & Hadits Bukhari 4794).
- “. . . saya akan memerintahkan seorang wanita untuk bersujud kepada suaminya . . . seandainya seorang suami memiliki luka dari ujung kaki hingga ujung kepala [penuh kotoran] . . . kemudian sang istri menciumnya hingga menjilatinya, maka hal itu belum memenuhi seluruh haknya kepadanya” (Hadits Ahmad No.12153).
- Bolehkah berhubungan intim saat istri haid?
Al-Quran menyatakan tegas haid adalah kotoran. Sehingga tidak boleh mendekati istri dalam periode haid.
“. . . Katakanlah: ‘Haid itu adalah kotoran.’ Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid; dan janganlah kamu mendekati mereka . . .” (Qs 2:222).
Namun ada dalil Hadist menyatakan sebaliknya. “Jika salah seorang dari kami sedang mengalami haid dan Rasulullah berkeinginan untuk bermesraan, beliau memerintahkan untuk mengenakan kain, lalu beliau pun mencumbuinya” (Shahih Bukhari 291).
- Dapatkah mengetahui ampunan Allah?
Ada kisah mengenai seorang pelacur yang memberi minum kepada seekor anjing. Lalu di akhir kisah ini Nabi Islam menyatakan bahwa Allah mengampuni dosa pelacur tersebut (Shahih Muslim 4163).
Memang kisah ini sangat menarik. Namun masalahnya ada banyak dalil lainnya yang berbeda.
Misalnya ada Hadist mengatakan bahwa hal ini tidak mungkin. Karena tidak ada amalan yang dapat menyelamatkan orang dari neraka (Shahih Muslim 2817).
Atau dalil lainnya menyatakan bahkan Nabi Islam sendiri tidak mengetahui keadaannya di akhirat. “. . . aku tidak mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak (pula) terhadapmu . . .” (Qs 46:9).
Hal ini mengakibatkan sulit untuk mengetahui keadaan pelacur tersebut. Apakah benar Allah mengampuninya atau tidak.
Penjelasan Ulama Mengenai Pertentangan Hadist
Para ulama sepakat seharusnya tidak ada pertentangan Hadist. Karena jika kitab mengandung kontradiksi di dalamnya, maka itu tidak mungkin berasal dari Allah.
“. . . kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya” (Qs 4:82). Prinsip ini berlaku untuk Al-Quran dan Hadist.
Ulama menjelaskan bahwa pertentangan Hadist terjadi karena beberapa faktor. Misalnya karena Nabi Islam kadang menyampaikan sebagian cerita kepada sekelompok orang. Namun kepada orang lain beliau tidak menceritakan secara utuh.
Atau bisa juga karena perbedaan jalur riwayat. Para sahabat melihatnya dari sudut pandang masing-masing. Sehingga menekankan poin pemikiran yang berbeda.
Faktor lainnya karena pemahaman konteks situasi. Tidak semua sahabat mengerti keadaan konteks saat Hadist disampaikan.
Sampai saat ini ada banyak golongan dalam umat Islam. Masing-masing memiliki acuan Hadist yang berbeda-beda.
Contohnya golongan Sunni dan Ahmadiyah berpegang pada enam hadist. Golongan Syiah menggunakan empat Hadist. Golongan Ibadi hanya berpegang pada Hadist Tartib al Musnad. Sedangkan ada kelompok Qur’aniyyah yang hanya berpegang pada Al-Quran saja.
Memang tidak semua pertentangan Hadist terselesaikan. Namun kita bisa terus belajar dan mencari kebenaran. Pada akhirnya kita bisa mendapat pedoman pasti kehidupan.
Kebenaran Allah yang Menjadi Petunjuk dan Cahaya
Dalam hal mencari kebenaran, kita bisa melihat petunjuk dan cahaya Allah. Ia memberikannya dalam Kitab Taurat, Zabur dan Injil.
Kitab Allah ini berisi kebenaran. Di dalamnya terdapat ayat yang menguatkan, memberi petunjuk maupun mengatur prilaku kita. Inilah landasan yang menjadi panduan kehidupan manusia.
“Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan berguna untuk mengajar, menegur, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang untuk hidup sesuai dengan kehendak Allah” (Injil, Surat 2 Timotius 3:16).
Ada berkah besar saat kita mengamalkan kebenaran Allah. Kehidupan kita akan terbebas dari kesesatan. Kita juga pasti akan mendapatkan kedamaian hati.
“Kemudian, Isa bersabda . . . ‘Jika kamu tetap tinggal dalam perkataan-Ku, kamu adalah pengikut-Ku yang sesungguhnya. Kamu akan mengenal kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu’” (Injil, Yahya 8:31-32).
Puncak Kebenaran untuk Manusia

Isa ada di bumi untuk mengajarkan kebenaran. Melalui-Nya, kita manusia bisa mendapatkan jalan pasti untuk mencapai Allah dan surga-Nya.
“Sabda Isa kepadanya, ‘Akulah jalan, kebenaran, dan hidup. Tak seorang pun datang kepada Sang Bapa, kecuali melalui Aku’” (Injil, Yahya 14:6).
Bagaimana caranya mendapatkan hal ini? Mari temukan sendiri dengan membaca kitab Injil!
Jadi, maukah Anda mendapatkan kebenaran Allah yang pasti tanpa kontradiksi? Mari membaca dan mempelajari kitab Allah. Dimulai dengan membaca kitab Injil.
Lihat artikel ini dalam bentuk video
Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Sahih atau Tidak: Apakah Ada Kesalahan dalam Kitab Suci?
- Apakah Naskah Al-Quran yang Asli, Sesuai dengan Sekarang?
- “Kitab Kehidupan” Atau “Buku Catatan Amal”?
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Coba sebutkan dan uraikan pertentangan Hadist atau isi Hadist yang membingungkan bagi Saudara!
- Menurut Saudara bagaimana kita menyikapi berbagai isi Hadist yang terkesan bertolak belakang?
- Bagaimana menurut Saudara bahwa Isa adalah Kalimatullah yang menjelma menjadi manusia?
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Memang ada penjelasan bahwa umat boleh berwudhu antara satu sampai tiga kali. Satu kali melakukannya maka kewajiban telah terpenuhi. Dan jika tiga kali maka lebih baik, seperti wudhu para nabi.
Al-Quran menyatakan tegas haid adalah kotoran. Sehingga tidak boleh mendekati istri dalam periode haid.
PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].