• Skip to main content
  • Skip to header right navigation
  • Skip to site footer
Isa Dan Islam

Isa Dan Islam

Dialog Agama - Isa dan Islam

  • Maksud Situs Ini
    • Tentang Kami
    • Isa dan Al-Fatihah
    • Daftar Artikel
  • Jalan ke Surga
  • Artikel
  • Media
  • Kitab Suci
  • Hubungi Kami

Mengapa Umat Nasrani Memanggil Allah Sebagai Bapa?

Isa Dan Islam > Media > Infographic > Kepercayaan Orang Kristen > Mengapa Umat Nasrani Memanggil Allah Sebagai Bapa?
21 Februari 2024 | 14 Komentar

Umat Muslim percaya bahwa hubungan Allah dengan umat-Nya, layaknya seperti majikan dan hamba. Sebab itu, banyak Mukmin rindu dianggap sebagai hamba Allah yang baik.

Namun umat Muslim heran mengapa umat Nasrani menyebut Allah sebagai Bapa. Berikut penjelasannya.

 


Artikel Terkait

Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:

  1. Menjadi Hamba Allah atau Anak Allah, Mana yang Terbaik?
  2. 5 Perbedaan Penting Arti Hamba Allah dan Anak Allah
  3. Hubungan Manusia dengan Allah Menurut Kitab Allah

Video:

  1. Lebih Baik Menjadi Budak Allah atau Anak Allah?

Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca

Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:

  1. Jelaskanlah perbedaan makna “Anak Allah” dan makna “Hamba Allah” menurut pendapat Saudara!
  2. Bagaimana pendapat Saudara bila Allah benar-benar menjadi Bapa?
  3. Apakah Saudara berani memanggil Allah sebagai “Bapa?” Jelaskan alasan Saudara!

Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.

Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini. atau SMS/WA ke: 0812-9530-4930
Kategori: Infographic, Kepercayaan Orang Kristen

Bagikan Artikel Ini:

Share on Facebook Share on X (Twitter) Share on WhatsApp Share on Email Share on SMS

PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR

Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:

1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!

Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].

Subscribe
Beritahulah

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

14 Comments
Paling lama
Terbaru
krakatoa
23 Februari 2024 10:03 am

~
Jibril, Mikail dan para malaikat memanggil Allah sebagai apa. Bapa juga kah?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
23 Februari 2024 10:36 pm
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Ini pertanyaan yang baik. Jika kita membaca kitab suci Injil, maka malaikat memanggil Allah dengan sebutan “Tuhan” (Yudas 1:9).

Ini sangat berbeda dengan manusia. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada manusia dengan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Injil, Rasul Besar Matius 20:28).

Itu sebabnya, Isa Al-Masih memberikan rahmat-Nya sehingga manusia dapat memanggil Bapa. Bagaimana perasaan saudara mengetahui hal ini?
~
Salma

Balas
krakatoa
23 Februari 2024 10:50 pm

~
Jadinya martabat Anda sebagai sebagai anak Tuhan tentunya lebih tinggi dari Jibril dan Mikail. Betulkah begitu?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
28 Februari 2024 9:26 am
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Ini sebuah pertanyaan yang baik sekali. Jika kita mengacu pada kitab suci Injil, maka manusia akan menghakimi malaikat-malaikat (Injil, Surat 1 Korintus 6:3).

Namun, bukan itu inti dari kehidupan ini. Inti kehidupan ini adalah diterima dan dekat dengan Allah. Hanya Isa Al-Masih yang dapat menolong manusia untuk diterima Allah.

Isa Al-Masih berfirman, “…Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya…” (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28). Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma

Balas
krakatoa
28 Februari 2024 11:00 am

~
Buat apa menghakimi para malaikat terutama Jibril dan Mikail. Tidakkah mereka adalah makhluk suci yang tidak melakukan sembarang dosa? Apakah malaikat berdosa?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
18 Maret 2024 7:58 pm
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Terima kasih untuk pertanyaannya. Malaikat adalah makhluk suci. Tetapi malaikat juga memiliki kehendak bebas, itulah sebabnya dalam Kitab Nabi Yeyasa 14:12-14 menceritakan seorang malaikat yang ingin menjadi sama dengan Allah, ia memberontak Allah.

Malaikat yang memberontak pada Allah tidak mendapat ampunan, berbeda dengan manusia. Allah memberikan ampunan kepada manusia saat mereka berdosa. Bahkan saat manusia tidak bisa melepaskan diri dari ikatan dosa yang menjerat dan memperdaya dirinya, Allah mau merelakan diri nuzul ke dunia untuk mengambil rupa dan sama seperti manusia. Dia memberikan nyawa-Nya untuk menjadi tebusan bagi manusia, dan setiap orang orang yang percaya pada-Nya akan mendapat jaminan hidup kekal.

Bagaimana perasaan saudara bahwa Allah sangat mengasihi dan peduli pada hidup saudara?
~
Salma

Balas
krakatoa
19 Maret 2024 10:59 am

~
Mengapa malaikat yang memberontak pada Allah tidak mendapat ampunan sedangkan ajaran kasih Tuhan Anda di Injil ada menyatakan “Kasihilah musuhmu” (Matius 5:44)” Jika malaikat-malaikat yang berdosa ini bertaubat dan mengambil Yesus sebagai Juruselamat, adakah malaikat-malaikat ini akan diampuni dan bisa memanggil Yesus sebagai Bapa?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
25 Maret 2024 10:31 pm
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Menarik sekali pertanyaan saudara. Ini pertanyaan yang baik sekali. Malaikat bersifat kekal. Ketika malaikat memberontak, maka dosa yang ada bersifat kekal.

Lagi pula, perlu memahami konteks Injil, Rasul Besar Matius 5:44. Mengasihi musuh merupakan relasi manusia dengan sesamanya. Itu sebabnya, Isa Al-Masih mengajarkan manusia memanggil Allah dengan sebutan “Bapa”. Sebab kasih sayang Allah diibaratkan seperti kasih sayang bapak kepada anaknya.

Bagaimana perasaan saudara mengetahui ini?
~
Salma

Balas
krakatoa
26 Maret 2024 8:50 am

~
Kalau tuhan anda tidak mahu mengampuni para malaikat yang bertaubat, tuhan anda bukanlah tuhan yang memiliki sifat kasih sejati. Malah tidak adil dan bersifat diskriminasi sesama makhluk ciptaannya. Malah manusia diizinkan memanggilnya bapa tapi malaikat dinafikannya.

Tuhan anda mengajar manusia mengasihi musuh tapi dia sendiri tidak dapat berbuat demikian pada malaikat yang menjadi musuhnya. Guru yang baik tidak akan berbuat sesuatu yang menyalahi ajarannya sendiri!

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
26 Maret 2024 11:12 pm
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Terima kasih atas pemikiran saudara dan kami menghargai hal itu. Kami sepakat bahwa Allah maha pengasih dan pengampun tetapi Allah juga maha adil. Dan semua orang termasuk malaikat yang tidak menaati-Nya akan dihukum.

Malaikat yang memberontak pada Allah tidak mendapatkan ampunan karena malaikat tersebut tidak bertobat. Lagi pula, pemberontakan malaikat terjadi di dalam kekekalan. Artinya dosa malaikat bersifat kekal.

Pertanyaannya adalah bagaimana dengan Allah saudara? Apa yang dilakukan Allah saudara untuk menolong saudara selamat di akhirat?
~
Salma

Balas
krakatoa
27 Maret 2024 8:22 am

~
Tuhan Anda adil hanya pada manusia dan tidak pada malaikat maupun pada anak tunggal-Nya, Yesus. Lihat, manusia yang berbuat dosa, anaknya yang suci disiksa di tiang salib sebagai tumbal pengampunan dosa manusia. Untungnya menjadi manusia, dikasihi akan Tuhan melebihi anaknya sendiri.

Nasrani memanggil Tuhan mereka sebagai Bapa. Tentunya ini merujuk pada Tuhan Bapa dan bukannya Tuhan Anak maupun Roh Kudus. Jadinya Tuhan Bapa lebih tinggi ketimbang dua esensi lainnya. Apakah ini benar?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
31 Maret 2024 11:28 pm
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Terima kasih untuk tanggapannya. Ya, kami juga sepakat bahwa Tuhan itu adil dan Tuhan itu kasih pada manusia dan tentu juga pada malaikat sebagai ciptaan-Nya. Allah menunjukan kasih-Nya pada umat manusia melalui kehadiran-Nya di dunia ini. Dia memberikan nyawa-Nya sebagai tanda bukti bahwa hanya Allah yang dapat menyelesaikan persoalan dosa manusia.

Manusia tidak bisa menyelesaikan persoalan dosa, karena manusia hakektnya adalah ciptaan yang berdosa. Bukankah sesuatu yang suci sesuatu yang tidak suci?

Memang ada juga yang beranggapan sama seperti yang saudara tanyakan. Benarkah Allah memiliki posisi lebih tinggi? Ada satu-kesatuan antara Allah Bapa, Isa Al-Masih dan Roh Kudus. Kesatuan ini tidak dapat dipisahkan dan kesatuan ini tidak bisa diartikan sebagai tunggal atau satu.
~
Salma

Balas
krakatoa
1 April 2024 9:11 am

~
Bukankah Tuhan berkuasa mengampuni manusia tanpa perlu mengorbankan diri-Nya di kayu salib. Mengapa Tuhan yang maha agung mencemarkan kedaulatan-Nya menjadi hina-dina di siksa makhluk ciptaan-Nya?

Jika ketiga esensi sama martabatnya, mengapa Tuhan Yesus yang dipilih menjadi tumbal pengampunan dosa manusia dan tidak Tuhan Bapa maupun Roh Kudus? Tuhan mana yang menentukan semua ini?

Balas
Admin
Staff Isa dan Islam
27 April 2024 10:41 pm
Balasan ke  krakatoa

~
Saudara Krakatoa,

Allah memiliki sifat mahakuasa, mahakasih, dan mahaadil. Sifat-sifat Allah ini pasti akan direalisasikan dalam tindakan-Nya.

Allah dapat mengampuni manusia berdosa, tetapi Allah pun harus menghukum orang yang bersalah. Ini yang disebut keadilan Allah.

Itu sebabnya, Isa Al-Masih yang adalah Kalimatullah nuzul ke dunia dan menjadi manusia untuk menolong manusia selamat di akhirat (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Pertanyaannya adalah maukah saudara menerima rahmat ampunan dosa dari Isa Al-Masih?
~
Salma

Balas

Sidebar

Artikel Terbaru

  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Sejarah Mekah Dalam Terang Arkeologi Dan Ilmu Pengetahuan
  • Hikmah Qurban Nabi Ibrahim
  • Apakah Makna Qurban Idul Adha Yang Sebenarnya?

Artikel Terpopuler Bulan Ini

  • Antara Agama Dan Korupsi: Bagaimana Menjaga Hati Bersih?
  • Hadis Tentang Nabi Isa: Satu-Satunya Yang Tidak Tersentuh Setan
  • Apakah Saya Akan Masuk Surga? Ini Jalan Allah
  • Contoh Menghina Allah Paling Nyata: Menghina Kalimatullah
  • Potong Kuku Dalam Islam Menjaga Kebersihan Jasmani dan Hati?

Artikel Yang Terhubung

  • Mengapa Umat Nasrani Mengakui Ketuhanan Isa Al-Masih?
  • Kelahiran Isa Al-Masih yang Menggembirakan Bagi Umat Manusia
  • Mengapa Kelahiran Isa Malam Teristimewa Bagi Muslim…
  • 7 Alasan Mengapa Nasrani Menyembah Isa Al-Masih
  • Apakah Islam dan Nasrani Setuju Allah Tidak Beranak?

Hubungi Kami

Apabila Anda memiliki pertanyaan / komentar, silakan menghubungi kami dengan menekan tombol di bawah ini.

Hubungi Kami

Renungan Berkala Isa dan Al-Fatihah

Apabila Anda ingin menerima renungan singkat setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini

Renungan Berkala Isa Dan Al-Fatihah

Social Media

Facebook
TikTok
Instagram
YouTube

Hak Cipta © 2009–2026 | Dialog Agama Isa dan Islam. | Kebijakan Privasi | Kebijakan Dalam Membalas Email | Hubungi Kami

wpDiscuz