Umat Muslim percaya bahwa hubungan Allah dengan umat-Nya, layaknya seperti majikan dan hamba. Sebab itu, banyak Mukmin rindu dianggap sebagai hamba Allah yang baik.
Namun umat Muslim heran mengapa umat Nasrani menyebut Allah sebagai Bapa. Berikut penjelasannya.


Artikel Terkait
Berikut ini link-link yang berhubungan dengan artikel di atas. Jika Anda berminat, silakan klik pada link-link berikut:
- Menjadi Hamba Allah atau Anak Allah, Mana yang Terbaik?
- 5 Perbedaan Penting Arti Hamba Allah dan Anak Allah
- Hubungan Manusia dengan Allah Menurut Kitab Allah
Video:
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Jelaskanlah perbedaan makna “Anak Allah” dan makna “Hamba Allah” menurut pendapat Saudara!
- Bagaimana pendapat Saudara bila Allah benar-benar menjadi Bapa?
- Apakah Saudara berani memanggil Allah sebagai “Bapa?” Jelaskan alasan Saudara!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel di atas. Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”




PEDOMAN WAJIB MEMASUKAN KOMENTAR
Bagi Pembaca yang ingin memberi komentar, kiranya dapat memperhatikan hal-hal berikut ini:
1. Komentar harus menggunakan bahasa yang jelas, tidak melanggar norma-norma, tidak kasar, tidak mengejek dan bersifat menyerang.
2. Hanya diperbolehkan menjawab salah satu pertanyaan fokus yang terdapat di bagian akhir artikel. Komentar yang tidak berhubungan dengan salah satu pertanyaan fokus, pasti akan dihapus. Harap maklum!
Komentar-komentar yang melanggar aturan di atas, kami berhak menghapusnya. Untuk pertanyaan/masukan yang majemuk, silakan mengirim email ke: [email protected].