Pengunjung situs Isa dan Islam sering menanyakan, “Mengapa orang Kristen memanggil Isa Al-Masih, “Tuhan”? Jawabannya: Orang percaya menyembah Isa Al-Masih sebagai Tuhan karena ini yang diajarkan dalam Taurat, Zabur, Kitab Nabi-Nabi dan Injil, “Isa Al-Masih adalah Tuhan.”
Kami melihat beberapa ayat di Al-Quran yang juga menunjukkan kepada keilahian Isa Al-Masih.
AL-QURAN DAN KETUHANAN ISA AL-MASIH
Jika orang Kristen membaca Al-Quran, mereka akan menemukan istilah-istilah yang menjelaskan bahwa Isa Al-Masih jauh lebih dari seorang nabi biasa. Diantaranya:
(1) Isa Al-Masih adalah “seorang anak laki-laki yang suci.” (Qs 19:19). Pernyataan ini didukung dalam Injil (Kisah Para Rasul 4:30). Jika kita menyelidiki Al-Quran maupun Alkitab, kita akan melihat bahwa semua nabi lain pernah berdosa. Isa Al-Masih adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah berdosa. Dan HANYA Allah yang tidak berdosa!! Kesimpulannya: Isa Al-Masih adalah Tuhan karena Ia juga tidak pernah berdosa.
(2) Isa Al-Masih diberi gelar “Kalimat Allah.” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1) Jelas “Kalimat Allah” tidak mempunyai permulaan. Jika ada permulaan, maka ada masa dimana Allah tidak berkalimat. Itu mustahil!! Karena Isa Al-Masih adalah “Kalimat Allah” maka Ia juga Allah.
(3) Isa Al-Masih adalah “terkemuka di dunia dan di akhirat.” (Qs 3:5; Injil, Surat Filipi 2:9-11). Di sini kita melihat bahwa Ia lebih dari semua nabi yang pernah hidup. Juga, Dia lebih dari semua malaikat. Walaupun hal ini tidak membuktikan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan, tapi jelas memberi Dia kedudukan di atas semua mahluk di dunia dan di sorga.
(4) Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah.” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19). Kita tahu bahwa Roh Allah kekal adanya. Jika Isa Al-Masih adalah tiupan dari Roh Allah, Ia juga kekal adanya. Maka: jelas Isa Al-Masih adalah Tuhan.
(5) Isa Al-Masih disebut “rahmat dari Kami [Allah].” (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5). Jelas hanya Allah yang mempunyai rahmat. Jika Isa Al-Masih disebut ‘rahmat’ berarti Dia juga Tuhan.
Jika Anda ingin mengenal Isa Al-Masih secara pribadi, staff kami dapat menolong Anda. Silakan menghubungi staff kami lewat emai.
PENGAKUAN ISA AL-MASIH TENTANG KEILAHIAN-NYA
(1) “Akulah Aku” adalah nama yang Allah berikan untuk diri-Nya di Taurat (Taurat Musa, Keluaran 3:14). Isa Al-Masih juga memakai nama ini untuk diri-Nya sendiri, “Aku telah Ada.” (Injil, Yohanes 8:58)
(2) “Anak Manusia,” adalah sebutan untuk Tuhan yang disembah oleh segala bangsa. (Kitab Nabi, Daniel 7:13-14) Isa Al-Masih membenarkan tuduhan Imam Besar bahwa Ia sendiri adalah “Anak Manusia” itu. (Injil, Matius. 26:62-65)
(3) “Mesias, Anak Allah yang hidup.” Saat Rasul Petrus mengakui-Nya sebagai “Mesias, Anak Allah yang hidup”, Isa Al-Masih memuji dia dengan mengatakan bahwa Allah sudah mengilhamkan pengertian itu kepadanya. (Injil, Matius 16:15-17)
(4) “Ya Tuhanku, ya Allahku.” Saat Rasul Tomas memanggil Isa Al-Masih dengan dua sebutan ini, Isa Al-Masih mengiyakannya. (Injil, Rasul Yohanes 20:28)
PENJELASAN LAIN DALAM INJIL
(1) Firman (Kalam, Kalimat) adalah Allah. Jelas dalam ayat ini bahwa “Kalimat Allah” tidak berbeda dari Allah. (Injil, Yohanes 1:1)
(2) Isa Al-Masih mengatakan bahwa ia adalah “kebenaran, hidup, jalan.” Ia tidak mengatakan “mempunyai” kebenaran (walaupun itu betul). Tapi, Dia “adalah” kebenaran. Kebenaran jelas kekal adanya, tanpa permulaan. Kalau demikian Isa Al-Masih tidak mempunyai permulaan. (Injil, Yohanes 14:6)
(3) Ia dipanggil Tuhan berulang kali dalam Injil, seperti dalam Surat Filipi 1:2, Surat Kolose 1:15-19)
NUBUATAN KITAB NABI-NABI BAHWA ISA AL-MASIH ADALAH TUHAN
(1) Nabi Yesaya meramalkan bahwa seorang anak akan dilahirkan dan akan diberi nama: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai. Nubuat ini terdapat dalam Kitab Nabi-Nabi, Yesaya 9:5-6
(2) Nabi Mikha meramalkan bahwa akan datang dari kota Betlehem seorang yang akan memerintah. Permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Artinya Raja yang akan datang kekal adanya. Nubuat ini mengenai kedatangan Isa Al-Masih dan memuat kenyataan bahwa Isa Al-Masih, seperti Allah, kekal adanya. (Kitab Nabi-nabi, Mikha 5:1)
KESIMPULAN
Cukup banyak ayat dalam Kitab Suci yang menyatakan Keilahian Isa Al-Masih. Orang Kristen menjunjung tinggi Kitab Suci, yaitu Taurat, Zabur, Nabi-nabi dan Injil. Dan percaya apa yang tertulis dalam kitab-kitab ini diilhamkan Allah. Kitab Suci berulang kali menekankan bahwa Isa Al-Masih, Kalimat Allah, adalah Tuhan.
Yang sangat indah, kasih Allah yang besar tercurah pada kita. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa yang kekal. Jika Anda ingin menerima kasih Isa Al-Masih yang indah itu, silakan menghubungi staff kami lewat email. Mereka akan menolong Anda!
[Staf Isa dan Islam – Untuk informasi lebih lanjut, silakan mendaftar untuk menerima secara cuma-cuma Buletin Mingguan “Isa dan Al-Fatihah.”]
Fokus Pertanyaan Untuk Dijawab Pembaca:
Staf IDI berharap Pembaca hanya memberi komentar yang menanggapi salah satu pertanyaan berikut:
- Setelah melihat penjelasan Al-Quran di atas tentang keilahian Isa Al-Masih, bagaimana seharusnya sikap kita kepada Isa Al-Masih?
- Menurut saudara, adalah nabi selain Isa Al-Masih mempunyai kuasa seperti yang Isa Al-Masih miliki? Jelaskan!
- Selain dalam Isa Al-Masih, adakah cara lain agar seseorang terhindar dari hukuman dosa di neraka? Jelaskan jawaban saudara!
Komentar yang tidak berhubungan dengan tiga pertanyaan di atas, walaupun dari Kristen maupun Islam, maaf bila terpaksa kami hapus.
Untuk menolong para pembaca, kami memberi tanda ***** pada komentar-komentar yang kami rasa terbaik dan paling menolong mengerti artikel “Benarkah Isa Al-Masih Adalah Tuhan?” Bila bersedia, silakan juga mendaftar untuk buletin mingguan, “Isa, Islam dan Al-Fatihah.”
balad mengatakan
~
Saran saya, kalau membuat artikel, baiknya tidak hanya mengambil satu ayat. Karena apa? Karena ayat-ayat yang lainnya akan saling berhubungan sehingga tidak salah pengertian. Dan berbicara agama apa lagi bicara tentang tuhan, tidak akan ada habisnya. Yang pasti, sembahlah yang patut disembah. Agamamu urusanmu. Agamaku urusanku.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Balad,
Kami berterima kasih untuk saran yang diberikan saudara. Saran itu baik sekali. Tentu kami berusaha mengutip sesuai yang tertulis di dalamnya dan tidak membuat penafsiran apapun, kecuali mengacu pada ayat tersebut. Lagi pula, kami sangat senang bila harus membaca keseluruhan pasal yang ada. Namun, pertanyaan yang muncul adalah benarkah ayat-ayat Al-Quran saling berhubungan satu dengan yang lain? Apakah saudara sudah pernah membaca Al-Quran secara menyeluruh? Simak dan cermati sistematika penulisan Al-Quran, apakah berurutan dan sistematis?
~
Solihin
Abu Ramzi mengatakan
~
Sikap saya Isa Al-Masih wajib dihormati sebagai seorang manusia biasa yang mendapat tugas sebagai Utusan Allah dan beliau bukan Allah. Karena beliau terlahir sebagai “seorang anak laki-laki yang suci” sama seperti anak lainnya yang juga terlahir suci dari dosa. Beliau diberi gelar “Kalimatullah” karena beliau diciptakan dengan Kalimat Allah. “Jadi, maka Jadilah”. Sama seperti penciptaan Nabi Adam (Qs.Ali Imran:59).
Al-Qur’an memang menyebut Nabi Isa terkemuka (wajiha), tetapi bukan hanya Nabi Isa Nabi Musa juga disebut wajiha (Al-Ahzab: 69). Nabi Adam juga mendapat tiupan Ruh dari Allah (Qs.Al-Hijr:29), dan tidak ada yang mempertuhankan Adam. Semua nabi adalah Rahmat Allah (Qs.Al Anbiyya:107). Mengapa lebay?
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Abu,
Hakikat Isa Al-Masih suci sejak dalam kekekalan. Sedangkan anak yang lain memiliki hakikat berdosa alias tidak suci. Bila hakikat anak yang lain suci, maka dalam pertumbuhannya pun tetap suci dan tidak pernah berbuat dosa. Pertanyaannya, mengapa anak-anak pun berbuat dosa?
Jika saudara menyatakan bahwa Musa terkemuka, maka apakah Musa juga terkemuka di akhirat? Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Musa terkemuka di akhirat? Bagaimana saudara?
~
Solihin
Halim mengatakan
~
1. Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki laki yang suci” (QS. 19:19)
2. (Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. 3:35)
3. Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit (QS. 3:5)
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Halim,
Kami berterima kasih untuk komentar saudara. Namun, kami memohon maaf terpaksa menghapus komentar saudara yang lain karena telah melebihi satu kolom. Karena itu, ada baiknya jika saudara mengikuti ketentuan situs ini untuk memasukkan komentar hanya satu kolom.
Berkenaan dengan tulisan saudara di atas. Kalau boleh tahu, apa yang hendak disampaikan oleh saudara berkenaan dengan ayat-ayat Al-Quran tersebut? Bagaimana saudara?
~
Solihin
Abu Ramzi mengatakan
~
Tidak ada disebutkan di dalam Al Qur’an Isa Al-Masih Suci dalam kekekalan bung Solihin. Beliau lahir sebagai anak manusia biasa sama anak yang lain. Semua manusia lahir dalam keadaan fitrah (Muslim). Dalam Islam tidak ada ajaran anak-anak terlahir berbuat dosa. Seseorang baru dihitung amalannya dosa atau pahala setelah dia aqil baligh (dewasa).
Isa Al-Masih disebut terkemuka di akhirat tidak menjadikannya Tuhan. Itu karena beliau adalah salah satu rasul yang mendapat kitab, sama seperti rasul yang lain yang diberi kitab. Jika asumsi kalian benar tentu ada sekte Islam yang mempertuhankan Al-Masih. Tapi umat Islam kompak. Justru orang Kristen yang tidak kompak, ada yang tidak mempertuhankan Yesus. Mengapa?
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Abu,
Memang Al-Quran tidak menyebutkan bahwa Isa Al-Masih suci sejak dalam kekekalan. Namun, ada perbedaan Isa Al-Masih dengan anak-anak yang lain bahwa Isa Al-Masih tetap suci, sedangkan anak-anak lain berdosa. Pertanyaan yang belum terjawab oleh saudara adalah mengapa anak-anak lain berbuat dosa, sedangkan Isa Al-Masih tidak berbuat dosa?
Jika saudara menyatakan bahwa Musa terkemuka, maka apakah Musa juga terkemuka di akhirat? Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Musa terkemuka di akhirat? Bagaimana saudara?
~
Solihin
Abu Ramzi mengatakan
~
Padahal sudah saya jawab tidak ada di dalam Islam disebutkan anak manusia lain berdosa bung Solihin. Semua anak manusia lahir suci dan sudah menjadi muslim sama seperti Isa Almasih. Musa tidak disebutkan terkemuka di akhirat bukan berarti beliau tidak terkemuka. Sama seperti hanya Musa yang bergelar “Kalamullah” padahal faktanya bukan hanya beliau satu satunya Nabi yang menjadi kalamullah. Jadi gelar terkemuka di akhirat tidak menjadi bukti ketuhanan Al-Masih. Anda belum menjawab pertanyaan saya, Jika asumsi Anda Al Qur’an dan Bible sama-sama ada ajaran yang mempertuhankan Almasih mengapa semua sekte Islam kompak dan mengapa Kristen tidak kompak mengenai pribadi Yesus?
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Abu Ramzi,
Kami hargai pendapat Anda. Sementara ini mungkin sulit bagi Anda untuk melihat makna tersurat di dalam kalimat “Yang terkemuka di dunia dan akhirat.” Kalau menurut kami jelas terkemuka artinya nomor satu. Sayangnya Al-Quran jujur mengatakan Isa Al-Masih nomor satu atau terkemuka. Kami pun merasa heran mengapa umat Muslim malah berbeda dengan Al-Quran.
~
Noni
Hamba Kristus mengatakan
~
Semoga Allah memberikan keselamatan yang daripada-Nya untuk kita semua, amin. Salam sehat untuk semua yang membaca ini. Saya sangat setuju dengan isi artikel ini, mengenai keilahian Isa Al-Masih, seorang nabi yang mendapat kedudukan lebih besar diantara nabi yang lain. Siapapun yang percaya Dia adalah orang baik, akan menerima upah baik, siapa yang percaya dia (Isa) adalah nabi, akan menerima upah nabi, dan siapa yang percaya Dialah Tuhan, akan menerima upah Tuhan (Matius 10:41). Untuk mengenal Juruslamat kita lebih dalam, bisa di baca dalam Injil Yohanes 1: 1-18 secara lengkap.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Hamba Kristus,
Terimakasih atas komentar saudara. Kehendak Allah supaya setiap orang percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat. Bukan upah tetapi anugerah yang diberikan-Nya bagi orang yang percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan juruselamat. Namun bagi mereka yang tidak mempercayai-Nya adalah Tuhan melainkan hanya sebagai nabi maka hukuman tetap ada pada mereka. “Barangsiapa percaya kepada Anak (Isa Al-Masih), ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak (Isa Al-Masih), ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:36).
~
Noni
Abu Ramzi mengatakan
~
Ganti pemain. Saya tegaskan lagi Sdr Noni. Gelar yang diterima Isa Al-Masih sama sekali tidak menjadi bukti ketuhanan Al-Masih, kecuali dalil yang dipaksakan kemudian disesuaikan dengan doktrin Kristen. Nabi Musa juga mendapat sebutan kehormatan terkemuka di sisi Allah (Qs Al Ahzaab:69). Mengapa ini tidak kalian jadikan dalil untuk mempertuhankan Musa juga?
Pertanyaan saya yang belum terjawab: Jika benar ada dalil tentang ketuhanan Isa Al-Masih di dalam Al Qur’an, mengapa tidak ada orang Islam yang mempertuhankan Al-Masih? Justru Islam apapun sektenya kompak tidak mempertuhankan beliau. Justru mengapa Kristen yang tidak kompak? Ada juga Kristen yang tidak mempertuhankan Yesus, padahal pakai Bible yang sama.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Abu,
Nabi Musa mendapatkan sebutan terkemuka, tetapi Al-Quran tidak menyebutkan bahwa Musa terkemuka di akhirat. Sebab Musa adalah manusia berdosa sama seperti saudara dan kami. Bukankah itu yang menjadi pertanyaan kami? Jika saudara menyatakan bahwa Musa terkemuka, maka apakah Musa juga terkemuka di akhirat? Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Musa terkemuka di akhirat? Bagaimana saudara?
Pertanyaan lain yang belum terjawab adalah mengapa anak-anak lain berbuat dosa, sedangkan Isa Al-Masih tidak berbuat dosa? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
Mengenai pertanyaan saudara. Alangkah baik sekali bila Al-Quran menyatakan secara jelas tentang Ketuhanan Isa Al-Masih. Tetapi Al-Quran tidak pernah menyebutkan bahwa Isa Al-Masih adalah Tuhan secara eksplisit. Namun, Al-Quran memberikan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan secara implisit tentang Ketuhanan Isa Al-Masih. Misal, Qs 3:45; 4:171; 19:19, dsb.
~
Solihin
Irfan Chan mengatakan
~
Membaca artikel ini dan membaca komentar dari adminnya. Cukup beri senyuman saja. Satu pesan dari saya. Pelajari Al-Qur’an yang dalam. Jangan hanya sepenggal-penggal ayat membuat asumsi/teori yang tinggi.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Irfan,
Kami telah membaca Al-Quran secara menyeluruh. Kami pun selalu membaca ayat sebelum dan sesudahnya setiap kali rekan-rekan Muslim mengutip ayat Al-Quran. Menarik untuk dicermati bahwa Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di dunia dan akhirat (Qs 3:45). Bukankah yang terkemuka di akhirat adalah Allah? Pertanyaannya, mengapa Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di akhirat? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
Abu Ramzi mengatakan
~
Saya ulangi lagi. Nabi Musa mendapat sebutan “Terkemuka Di Sisi Allah” (Qs Al Ahzaab:69). Dalam Al Qur’an cuma Nabi Musa yang disebut Terkemuka Di Sisi Allah, bukan Nabi Isa. Jelas Terkemuka Di Sisi Allah itu kedudukan yang luar biasa sekali dan bisa saja dicocokkan dengan doktrin gereja kalian, bukan?
Mengenai pertanyaan kalian mengapa anak-anak lain berbuat dosa, sedangkan Isa Al-Masih tidak berbuat dosa? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini? Mau berapa kali saya ulang jawabannya? Tidak ada dalam ajaran Islam ada anak-anak yang berbuat dosa. Jika di dalam Bible penjelasan ketuhanan Yesus itu eksplisit, mengapa ada aliran Kristen yang tidak mempertuhankan Yesus? Harusnya kompak seperti kami.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Abu,
Terkemuka di sisi Allah bukan berarti terkemuka di akhirat, bukan? Sebab ada Allah di sana. Sedangkan terkemuka di akhirat hanya Isa Al-Masih. Itu sebabnya, kami bertanya kepada saudara. Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Musa terkemuka di akhirat? Pertanyaan ini tidak pernah mampu dijawab oleh saudara.
Benarkah anak-anak tidak berbuat dosa? Apakah saudara mempunyai anak? Bukankah anak-anak pun dapat berdusta? Sebab kami memiliki seorang teman yang mempunyai anak dan anaknya berdusta. Belum lagi anak kelas V SD yang hamil. Bukankah ini menandakan anak berbuat dosa? Kami berharap saudara tidak sedang berimajinasi. Karena itu, pertanyaan kami ulang kembali. Mengapa anak-anak lain berbuat dosa, sedangkan Isa Al-Masih tidak berbuat dosa? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
Pradjanto, SH. MSi mengatakan
~
Buat Sdr. Solihin: (1) Bukankah Anda tahu Surat Al Fatihah? Bukankah QS 1:4 itu menyebutkan bahwa “Allah SWT Adalah penguasa Hari Akhirat”? Apakah Anda menganggap bahwa ”Allah SWT hanya penguasa kehidupan di dunia ini saja”? Apakah jika dikatakan bahwa “Musa terkemuka di sisi Allah” hanyalah berarti bahwa ”Musa terkemuka di sisi Allah hanya selama beliau hidup di Dunia ini saja”? (2) Dalam Islam ada batas usia “Dibebankannya Hukum Agama Islam” atas seorang anak. Hukum Indonesiapun mengenal adanya “Anak Di Bawah Umur”. Seorang anak yang ”Belum Aqil Baligh” belumlah berdosa. Jadi, bukan Yesus saja yang tidak berdosa selagi beliau masih ”kanak-kanak/Belum Aqil Baligh”.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Pradjanto, SH. MSi.,
Tampaknya saudara pernah membaca Injil. Jika saudara membacanya maka saudara dapat mengetahui kronologis mengenai Isa Al-Masih. Kami memahami makna Qs 3:45 “Isa Al-Masih yang terkemuka di dunia dan di akhirat” setelah membaca Injil. Silakan raih Injil dan bacalah.
~
Noni
Aldi mengatakan
~
Adakalanya kita mendengar orang-orang Kristiani mengangkat Yesus sebagai Tuhan dikarenakan Al Quran membenarkan kemuliaan Isa/Yesus dan menyebutnya terkemuka di dunia dan akhirat, kalau bukan Tuhan kenapa bisa terkemuka di dunia dan akhirat?
Mereka menggunakan ayat Al Quran yang sesuai dengan kehendak mereka seolah Al Quran membenarkan kesesatan mereka, kalau mau menggunakan Al Quran kenapa tidak mempelajari semuanya? Sebelum menjawab tuduhan tersebut, alangkah baiknya kita tuliskan dulu maksud ayat yang dituduhkan tersebut, ayat yang dimaksud adalah QS Ali Imran 3:45,
“(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)” Dalam ayat tersebut, menggunakan kata “wajihan” yang berarti terkemuka/terhormat, namun apakah hal itu hanya untuk Nabi Isa saja dan membuktikan bahwa Nabi Isa adalah Tuhan?
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Aldi,
Kami memohon maaf terpaksa menghapus sebagian komentar saudara karena telah melebihi 800 karakter. Ada baiknya saudara mengikuti ketentuan situs ini. Lagi pula, kami tidak pernah mengangkat Isa Al-Masih adalah Tuhan berdasarkan Al-Quran. Sebab Isa Al-Masih adalah Tuhan sejak dalam kekekalan. Ini yang tertulis dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14; 8:58).
Memang menarik mencermati pernyataan Al-Quran bahwa Isa Al-Masih terkemuka di akhirat. Tentu ini menjadi pertanyaan besar. Sebab Al-Quran hanya memberikan gelar terkemuka di akhirat kepada Isa Al-Masih. Tidak kepada nabi lain, termasuk Musa. Kami bertanya kepada saudara. Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Musa terkemuka di akhirat? Bagaimana saudara?
~
Solihin
Pradjanto, SH. MSi mengatakan
~
Buat Mbak Noni,
(1) Sejak awal saya memang sudah tertarik dengan masalah-masalah Agama. Alhamdulillah, sampai hari ini saya punya cukup pengetahuan tentang hal-hal yang terkait dengan Keyakinan Kristiani, Buddhisme, dan Hinduisme.
(2) Memang sudah seharusnya, semua pemeluk Agama akan berakhir “Pengembaraan Iman Mereka” pada ‘Keimanan Kepada Allah SWT Dan Hari Akhir Yang Termanifestasikan Dalam Perbuatan-Perbuatan Kebajikan” seperti yang tersebut dalam QS Al Baqarrah: 62.
(3) Saya berharap apa yang sudah Anda rintis dalam mengkaji Al Qur’an bisa berlanjut terus hingga Anda memperoleh pemahaman yang hakiki tentang Al Qur’an.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Pradjanto,
Kami menghargai pendapat saudara di atas. Namun, diskusi kita belum selesai sebab saudara belum menjawab pertanyaan kami. Karena itu, kami mengulang kembali pertanyaannya.
1) Jika saudara berpendapat Isa Al-Masih mencuri, maka siapakah saksi yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri dalam Injil? Siapakah nama saksi tersebut dalam Injil? Mengapa Injil tidak menyatakan hal itu mencuri? Lalu, tertulis dimanakah secara eksplisit bahwa Isa Al-Masih beristri? Berharap saudara mampu membuktikan pernyataan saudara.
2) Mengapa Al-Quran menyebut Isa Al-Masih adalah terkemuka di akhirat (Qs 3:45)? Siapakah yang terkemuka di akhirat jika bukan Allah? Bagaimana saudara?
~
Solihin
Anto mengatakan
~
Arti terkemuka adalah bla bla bla. Bapak Prabowo adalah orang terkemuka di Indonesia. Apakah bapak Prabowo itu presiden? Nomor 1 di Indonesia? Tentu tidak! Presidennya bapak Jokowi.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Anto,
Banyaknya orang di Indonesia tidak lantas menjadikan Prabowo adalah satu-satunya terkemuka di Indonesia. Dan tidak secara otomatis menjadikan Prabowo adalah presiden. Ini adalah ilustrasi yang baik. Namun, jika kita melihat pada konteks akhirat. Bukankah Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih adalah terkemuka di akhirat? Adakah manusia yang lebih terkemuka di akhirat, kecuali Allah? Jika demikian, mengapa Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di akhirat? Bagaimana menurut saudara?
~
Solihin
Pradjanto, SH. MSi mengatakan
~
Buat Sdr Solihin,
(1) Sangatlah tepat Komentar Sdr Anto tentang makna kata “Terkemuka”. Kiranya Anda dan Rekan-Rekan Kristiani yang lain dapat mempedomani penjelasan Sdr Anto tersebut dalam rangka pemahaman Anda tentang arti kata ”Wajiihan/Terkemuka” dalam QS 3:45.
(2) Dalam Ilmu Hukum ada yang disebut “Saksi Mahkota/Kroongetuide”, yaitu ‘Saksi Yang Juga Merupakan Pelaku”. Matius 21:1-3 menyebutkan bahwa Yesus menyuruh 2 Muridnya mencuri Keledai Betina dan Anaknya. jadi, Saksi Mahota dalam Pencurian Keledai oleh Yesus itu adalah kedua Muridnya itu.
(3) Sudahlah sangat jelas bahwa Maria Magdalena adalah Istri Yesus berdasarkan Kisah dalam Wahyu 19:7 , Markus 14:3, dan Lukas 7:37.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Pradjanto,
1) Apakah Al-Quran menyatakan terkemuka di akhirat kepada nabi lain? Mengapa Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di akhirat? Bukankah pertanyaan ini belum sanggup dijawab oleh saudara hingga kini?
2) Bukankah kami bertanya siapakah saksi yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri? Apakah kedua murid Isa Al-Masih menyatakan Isa Al-Masih mencuri? Bagian mana dari Injil, Rasul Besar Matius 21:1-3 yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri secara eksplisit?
3) Bagian mana dari Injil, Surat Wahyu 19:7 yang menyatakan Isa Al-Masih menikah dengan Maria Magdalena? Bagaimana saudara? Kami berharap saudara jujur terhadap ayat yang dibaca.
~
Solihin
Abu Ramzi mengatakan
~
Pernyataan Anda saya balik. Nabi Isa Al-Masih disebut terkemuka di akhirat namun tidak disebut terkemuka di sisi Allah seperti Nabi Musa, bukan? Sedangkan terkemuka di sisi Allah hanya Nabi Musa yang disebut.
Anak-anak berdusta namun tidak akan dianggap berdosa bung. Karena amalan manusia baru dihitung saat usia baligh. Anak kelas V SD jika sudah hamil berarti itu tandanya dia bukan anak-anak lagi. Karena batas usia baligh bagi wanita adalah saat sudah mengalami Haid. Sedangkan anak-anak belum baligh tidak ada yang berdosa. Kata siapa Yesus tidak berdosa? Yesus saja minta ampun akan dosanya (Matius 6:12). Jika di dlm Bible penjelasan ketuhanan Yesus itu eksplisit, mengapa ada Kristen yang tidak mempertuhankannya?
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Abu,
Kami mempersilakan saudara menjawab pertanyaan kami. Tertulis dimanakah dalam Al-Quran bahwa Musa terkemuka di akhirat? Pertanyaan ini tidak pernah mampu dijawab oleh saudara.
Menarik sekali bahwa anak-anak yang berdusta tidak dianggap berdosa. Siapakah yang menentukan bahwa anak yang berdusta tidak dianggap berdosa? Adakah ini tertulis di Al-Quran? Tertulis dimanakah itu dalam Al-Quran? Kami menunggu pembuktian dari saudara.
~
Solihin
supono mengatakan
~
“Yang sangat indah, kasih Allah yang besar tercurah pada kita. Isa Al-Masih disalib untuk menyelamatkan kita dari hukuman dosa yang kekal.”
Dogma terngawur menuruti nafsu prasangka semata. Kejam sekali orang tua yang mengorbankan anaknya hanya untuk orang-orang pendosa yang seharusnya dihimbau untuk bertobat.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Supono,
Isa Al-Masih adalah Allah yang menjadi manusia (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1, 14). Ini menunjukkan sifat mahakuasa, mahakasih, tetapi juga sifat mahaadil-Nya. Sebab dengan menjadi manusia, maka Allah menggenapi semua yang tertulis mengenai Isa Al-Masih (Taurat, Kejadian 3:15; Yesaya 9:5).
Isa Al-Masih “memberikan nyawa-Nya untuk menjadi tebusan bagi banyak orang” (Injil, Rasul Besar Matius 20:28), menunjukkan sifat mahakasih, sekaligus mahaadil. Apakah Isa Al-Masih menunjukkan kasih dan keadilan-Nya merupakan dogma ngawur? Mengapa?
~
Solihin
Pradjanto, SH. MSi mengatakan
~
Buat Sdr Solihin,
(1) Sebutan ”Wajiihan” tidak hanya disematkan bagi Nabi Isa saja, Nabi Musa juga menyandang sebutan itu.
(2) Dalam menafsirkan suatu makna kalimat; selain dikenal ”Makna Eksplisit/Tersurat/Disebutkan Dan Ada Secara Logika”, kitapun mengenal ”Makna Implisit/Tersirat/Tidak Disebut Tetapi Ada Secara Logika”. Tanpa disebut secara eksplisit, Rasul Besar Matius 21:1-3 secara implisit menunjukkan bahwa ”Yesus Mencuri Keledai Betina Dan Anaknya”.
(3) Dalam Hukum Taurat, seorang perempuan tidak boleh menyentuh seorang laki-laki yang bukan suaminya. Perbuatan ini bisa berakibat pada Hukuman Mati. Bagaimana mungkin Maria Magdalena mencium kaki Yesus, bila Yesus bukan Suaminya?
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Pradjanto,
1) Mohon saudara menyimak pertanyaan kami dengan saksama. Apakah Al-Quran menyatakan terkemuka di akhirat kepada nabi lain? Mengapa Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di akhirat? Musa hanya disebutkan terkemuka, tetapi tidak ada keterangan tempat. Silakan saudara menjawabnya.
2) Bukankah kami bertanya siapakah saksi yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri? Apakah kedua murid Isa Al-Masih menyatakan Isa Al-Masih mencuri? Bagian mana dari Injil, Rasul Besar Matius 21:1-3 yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri secara eksplisit?
3) Bagian mana dari Injil, Surat Wahyu 19:7 yang menyatakan Isa Al-Masih menikah dengan Maria Magdalena? Bagaimana saudara? Kami berharap saudara jujur terhadap ayat yang dibaca.
~
Solihin
Imam farash badrani mengatakan
~
Saya suka membaca komentar anda dan isinya yang menarik dari segi logika, tapi yang harus diingat adalah Al-Quran diturunkan ayat per ayat sesuai dengan kondisi saat itu, dan penyusunan Al-Quran ini yang sudah jadi dan urut bukan berarti ayat satu berkesinambung terus sampai ayat terakhir, ada asbabul nuzulnya.
Apresiasi buat anda yang sudah membaca semua ayat Al-Quran dan artinya, tapi apakah anda sudah membaca semua tafsiran dari Al-Quran tentang ayat yang anda bawa? Asbabul nuzulnya kenapa ayat itu diturunkan? Lalu sedikit menanggapi artikelnya. Ketika nabi Isa diberi kenikmatan dan mukjizat seperti itu apakah anda lupa siapa pemberi nikmat? Dan Allah tidak dilahirkan ataupun melahirkan.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Imam,
Kami berterima kasih untuk apresiasi saudara. Memang pertanyaan saudara menarik untuk dicermati. Justru pertanyaan itu yang mengganggu pemikiran saya. Mengapa? Benarkah kuasa yang dimiliki Isa Al-Masih diberikan dari Allah SWT? Bukankah ini akan bertentangan dengan Qs 112:1-4? Jika tidak ada yang setara dengan Allah, mengapa Allah SWT sengaja mengijinkan dirinya disetarakan dengan Isa Al-Masih? Bukankah ini menandakan inkonsistensi Allah SWT? Bagaimana saudara menjelaskan hal ini?
~
Solihin
usman syah mengatakan
~
Salam dari Malaysia dan umat Islam. Ikut logika yang aku telusuri dan pelajari, nabi Adam adalah manusia pertama di bumi, sedangkan nabi Isa (jesus) adalah setelah kelahiran nabi Adam. Bagaimana nabi Isa (Yesus) seandainya dia adalah Tuhan, tapi nabi Adam yang terlahir dahulu. Siapa yang menciptakan nabi Adam? Jikalau Yesus menciptakan nabi Adam, bermakna nabi Adam bukan manusia pertama di muka bumi. Itu sudah-sudah tentu jauh dari kitab.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Usman,
Saudara memiliki pemikiran yang menarik. Walaupun pemikiran tersebut bersifat jasmani. Sebab saudara menalar Allah seperti manusia yang memiliki tubuh jasmani, tetapi melupakan bahwa Allah adalah mahakuasa. Sehingga Dia dapat turun ke dunia sesuai dengan waktu yang dikehendaki-Nya.
Kami bertanya kepada saudara. Apakah urutan kelahiran memengaruhi eksistensi Ketuhanan Isa Al-Masih? Mengapa?
~
Solihin
Pradjanto, SH. MSi mengatakan
~
Buat Ummat Kristiani,
Benar sekali logika dalam Komentar Saudara Usman Syah. Memahamkan Yesus sebagai Tuhan seperti yang diyakini oleh Ummat Kristiani memang sangatlah membingungkan. Mungkinkah akan lahir seorang Yesus tanpa adanya Adam terlebih dahulu sebagai ”Manusia Pertama”?
Jika Yesus sudah ada sebelum Adam dan menciptakan Adam, berarti Adam bukanlah ”Manusia Pertama” dan hal ini adalah bertentangan dengan Al Qur’an dan dengan Bibel sendiri. Terima kasih atas pencerahan saudara Usman Syah dan Salam dari kami Muslimin Indonesia untuk seluruh Muslimin di Malaysia.
Staff Isa dan Islam mengatakan
~
Saudara Pradjanto,
Berharap kita tetap fokus dengan diskusi kita yang belum selesai. Sebab saudara tidak mampu menjawab pertanyaan kami hingga saat ini. Jadi, kami perlu mengulang kembali pertanyaannya.
1) Apakah Al-Quran menyatakan terkemuka di akhirat kepada nabi lain? Mengapa Al-Quran menyatakan Isa Al-Masih terkemuka di akhirat? Musa hanya disebutkan terkemuka, tetapi tidak ada keterangan tempat. Silakan saudara menjawabnya.
2) Bukankah kami bertanya siapakah saksi yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri? Apakah kedua murid Isa Al-Masih menyatakan Isa Al-Masih mencuri? Bagian mana dari Injil, Rasul Besar Matius 21:1-3 yang menyatakan Isa Al-Masih mencuri secara eksplisit?
3) Bagian mana dari Injil, Surat Wahyu 19:7 yang menyatakan Isa Al-Masih menikah dengan Maria Magdalena? Bagaimana saudara? Kami berharap saudara jujur terhadap ayat yang dibaca.
~
Solihin